Sasar Warga Terdampak Kekeringan, Disperindag Kukar Perluas Pasar Murah
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani.
Disperindag Kukar memprioritaskan wilayah terdampak kekeringan dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang telah menjangkau 54 titik dengan menyediakan beras SPHP serta kebutuhan pokok bersubsidi lainnya.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memprioritaskan wilayah terdampak kekeringan sebagai sasaran Operasi Pasar Murah. Hingga Selasa (22/09/2026), program untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok itu telah menjangkau 54 titik di seluruh kecamatan di Kukar.
Kondisi kekeringan yang menyebabkan sejumlah sungai mengalami pendangkalan hingga menyulitkan aktivitas masyarakat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan lokasi pelaksanaan pasar murah. Wilayah hulu Kukar termasuk daerah yang akan mendapat perhatian dalam pelaksanaan program berikutnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar Muhammad Bustani mengatakan pihaknya mendapat arahan untuk mengarahkan Operasi Pasar Murah ke daerah yang mengalami dampak kekeringan.
“Kita juga menyesuaikan dengan kondisi kekeringan yang terjadi. Karena itu, sasaran Operasi Pasar Murah kita arahkan ke daerah-daerah yang terdampak,” ucap Bustani kepada Prudensi.com di Kantor Disperindag Kukar, Tenggarong, Selasa (22/09/2026).
Menurut Bustani, pelaksanaan Operasi Pasar Murah dilakukan secara bergiliran dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Setelah satu daerah mendapat giliran, kegiatan akan berpindah ke lokasi lain yang dinilai membutuhkan intervensi serupa.
“Pelaksanaannya keliling. Nanti kita datang lagi ke daerah lain yang membutuhkan,” jelasnya.
Salah satu lokasi yang telah menjadi sasaran ialah Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Barat. Disperindag Kukar selanjutnya akan mengarahkan program ke wilayah lain, terutama daerah hulu yang terdampak kekeringan.
Kondisi perairan turut menjadi indikator dalam menentukan prioritas. Di kawasan Kota Bangun, misalnya, pendangkalan sungai disebut cukup signifikan sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan wilayah sasaran.
Selain merespons kekeringan, Operasi Pasar Murah merupakan program Pemkab Kukar untuk membantu menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan dampak inflasi, serta meningkatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut juga rutin dilaksanakan menjelang momentum tertentu, termasuk hari besar keagamaan.
Dalam setiap pelaksanaannya, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi. Salah satunya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam kemasan lima kilogram dengan harga sekitar Rp57.500 per kemasan.
Disperindag Kukar juga menyediakan minyak goreng dan gula pasir. Namun, volume kedua komoditas tersebut disesuaikan dengan ketersediaan pasokan di gudang.
Khusus beras, pasokan pada satu titik Operasi Pasar Murah dapat mencapai sekitar dua ton. Jumlah tersebut dapat disesuaikan kembali berdasarkan kebutuhan masyarakat dan situasi di wilayah sasaran.
Untuk menjaga pemerataan distribusi, pembelian beras dibatasi maksimal lima kemasan bagi setiap keluarga. Dengan berat lima kilogram per kemasan, setiap keluarga dapat membeli maksimal 25 kilogram beras dalam satu kali pelaksanaan Operasi Pasar Murah.
Terkait peluang penambahan pasokan ke wilayah terdampak kekeringan, Bustani mengatakan Disperindag Kukar masih akan melihat kebutuhan riil masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan akan dilakukan sebelum jumlah komoditas yang disalurkan ditetapkan.
“Kalau kebutuhan, tentu semua orang membutuhkan. Tetapi kita lihat kondisi di lapangan dan kita sesuaikan. Kita juga memiliki dana subsidi untuk Operasi Pasar Murah, sehingga pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya.
Dengan pola distribusi bergilir dan penentuan sasaran berdasarkan kondisi wilayah, Operasi Pasar Murah diharapkan mampu menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat Kukar yang menghadapi tekanan ekonomi akibat kekeringan dan kondisi pasokan pangan. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
