Wall Street Berakhir Variatif, Nasdaq Ditopang Saham Semikonduktor
NEW YORK – Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (22/09/2026) menunjukkan perbedaan kinerja antarsektor. Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi baru setelah menguat 0,45 persen menjadi 21.244,28, sementara sektor keuangan justru menjadi pemberat utama indeks S&P 500.
Penguatan Nasdaq terutama ditopang saham perusahaan semikonduktor dan teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Saham Micron Technology melonjak 5 persen, sedangkan Sandisk naik hampir 7 persen seiring berlanjutnya minat investor terhadap saham yang terkait dengan perkembangan AI.
Sebaliknya, tekanan terlihat pada sejumlah saham perusahaan yang bisnisnya bersinggungan dengan layanan konsumen. Perhatian investor tertuju pada perkembangan asisten AI milik Meta Platforms yang diluncurkan bulan ini dan memiliki kemampuan menjalankan sejumlah aktivitas atas nama pengguna, termasuk mengirim surat elektronik serta menyelesaikan transaksi.
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kemampuan AI dapat meningkatkan persaingan terhadap perusahaan ritel, pialang daring, dan penyedia layanan konsumen lainnya. Saham Uber Technologies turun lebih dari 1 persen, sementara Lyft juga melemah lebih dari 1 persen. Charles Schwab merosot 6,1 persen dan Airbnb turun 3 persen.
Perbedaan arah tersebut membuat indeks utama Wall Street bergerak tidak seragam. S&P 500 berada di level 7.764,64, hanya kurang dari 0,5 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 13 Agustus. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,36 persen menjadi 51.863,69, sebagaimana diwartakan Reuters, Rabu (23/09/2026).
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam sektor berakhir di zona merah. Sektor keuangan mencatat penurunan paling dalam, yakni 1,68 persen, diikuti sektor jasa komunikasi yang melemah 0,8 persen. Saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo masing-masing turun lebih dari 3 persen.
Tingginya aktivitas perdagangan juga menjadi sorotan. Sebanyak 17,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16,3 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Di S&P 500, tercatat sembilan saham mencapai level tertinggi baru, sedangkan 16 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 48 saham mencatat level tertinggi baru dan 110 saham mencapai level terendah baru. Data tersebut menunjukkan bahwa rekor Nasdaq belum mencerminkan penguatan yang merata di seluruh saham dan sektor. []
Redaksi01
