IBC Dikebut, TKDN Motor Listrik Dibidik Tembus 80 Persen
BEKASI – Ketergantungan industri motor listrik terhadap komponen impor masih menjadi salah satu hambatan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Kondisi tersebut mendorong Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah mempercepat operasional penuh Indonesia Battery Corporation (IBC) agar kebutuhan baterai dapat diproduksi di dalam negeri.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan, realisasi TKDN industri motor listrik saat ini baru mencapai sekitar 40 persen. Ketergantungan pada bahan baku komponen utama, terutama baterai dan material plastik, menjadi tantangan dalam meningkatkan kandungan lokal.
“Target kita bertahap dari 40, 60 hingga 80 persen. Jika proses di IBC sudah rampung dan mampu memproduksi baterai sendiri di dalam negeri, kita tidak perlu impor lagi. Dengan begitu, target TKDN 60 sampai 80 persen bisa terealisasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Evita saat kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/09/2026).
IBC merupakan perusahaan holding milik negara yang dibentuk untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dan industri baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saat ini, perusahaan tersebut masih berada pada fase pertama berupa operasional komersial secara bertahap.
Evita menilai percepatan operasional penuh IBC penting karena keberadaan industri baterai dalam negeri dapat memperkuat pasokan bagi manufaktur kendaraan listrik sekaligus menciptakan dampak lanjutan terhadap investasi.
“Kami mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan operasional penuh IBC karena akan mendatangkan multiplier effect yang positif bagi iklim investasi tanah air,” kata Evita.
Menurut dia, pengembangan industri baterai juga berkaitan dengan upaya mengolah sumber daya alam Indonesia menjadi produk bernilai tambah. Cadangan nikel yang besar di Indonesia dinilai dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik, sehingga tidak berhenti pada eksploitasi bahan mentah.
Gambaran kebutuhan komponen lokal tersebut terlihat dalam aktivitas produksi kendaraan roda dua listrik milik PT Ilectra Motor Group (IMG). Perusahaan tersebut telah memproduksi 20.000 unit kendaraan listrik bermerek Alva ketika dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus 2026.
“Alva ini merupakan salah satu mitra strategis pemerintah yang mendapatkan kemudahan investasi untuk memproduksi kendaraan roda dua ramah lingkungan secara massal,” ucapnya.
Evita meyakini operasional penuh IBC dapat membantu memenuhi kebutuhan kawasan industri, terutama perusahaan manufaktur kendaraan listrik dan produsen baterai. Langkah itu sekaligus diharapkan mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan baku dari luar negeri.
Percepatan kandungan lokal tersebut juga ditempatkan dalam konteks transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik. Menurut Evita, perubahan tersebut berpotensi menekan emisi karbon sekaligus mengurangi pengeluaran masyarakat untuk bahan bakar minyak.
“Bagi pemerintah, ini langkah konkret menekan emisi karbon sementara bagi masyarakat kelas bawah dapat menghemat pengeluaran bahan bakar minyak. Kemudian kita mampu mewujudkan cita-cita motor listrik nasional yang mandiri,” katanya.
Di sisi lain, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada produksi kendaraan dan baterai. Infrastruktur purnajual serta fasilitas pengisian daya juga terus diperluas untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.
Evita menyebut Alva telah menyiapkan sekitar 130 titik perawatan dan pengisian daya yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Makassar sebelum diperluas ke skala nasional.
“Kami turut mengapresiasi kesiapan infrastruktur purnajual Alva yang kini telah menyiapkan sekitar 130 titik perawatan serta pengisian daya yang tersebar di Pulau Jawa, Bali dan Makassar sebelum nanti meluas ke skala nasional,” kata Evita.
Dengan percepatan operasional IBC, pemerintah didorong memperkuat mata rantai industri kendaraan listrik mulai dari bahan baku hingga produk akhir. Penguatan produksi baterai dalam negeri menjadi salah satu tahapan yang diharapkan dapat membantu meningkatkan TKDN sekaligus memperkuat kemandirian industri kendaraan listrik nasional, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (23/09/2026). []
Redaksi01
