Dispar Kukar Adaptif di Tengah Efisiensi, Pelatihan SDM Tetap Berjalan
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Gondo Suli Setiyowati. Kamis (24/09/2026).
Efisiensi anggaran membuat Dispar Kukar menurunkan kuota pelatihan digital marketing dari sekitar 200 menjadi 20 peserta dengan anggaran Rp100 juta, sekaligus meniadakan sertifikasi kompetensi.
ADVERTORIAL – Efisiensi anggaran membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar memangkas kuota pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata dari rencana awal sekitar 200 orang menjadi hanya 20 peserta. Pelatihan digital marketing tersebut tetap dipertahankan dengan anggaran sekitar Rp100 juta.
Penyesuaian dilakukan agar program peningkatan kapasitas SDM pariwisata tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Sejumlah kegiatan yang sebelumnya direncanakan harus dikurangi, bahkan ada yang tidak lagi memperoleh alokasi anggaran.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Gondo Suli Setiyowati, mengatakan efisiensi anggaran berdampak langsung terhadap rencana kegiatan pengembangan SDM yang telah disusun sebelumnya.
“Karena efisiensi anggaran, banyak kegiatan yang dikurangi. Untuk pelatihan ini, hanya satu kegiatan yang bisa dilaksanakan,” ucap Suli kepada Prudensi.com di Kantor Dispar Kukar, Kamis (24/09/2026).
Menurut Suli, pelatihan tersebut hingga kini masih dalam tahap persiapan. Salah satu penyesuaian utama dilakukan terhadap jumlah peserta agar pelaksanaan kegiatan tetap sesuai dengan kemampuan anggaran.
Anggaran yang tersedia untuk pelatihan tersebut sekitar Rp100 juta. Dengan keterbatasan dana itu, Dispar Kukar mengurangi jumlah peserta secara signifikan dibandingkan rencana awal.
“Awalnya kami merencanakan sekitar 200 orang, tetapi karena anggarannya hanya Rp100 juta, dalam perubahan anggaran kuotanya kami kurangi menjadi 20 orang,” jelasnya.
Kendati kuota peserta berkurang, Dispar Kukar memastikan program pengembangan SDM pariwisata tidak dihentikan. Penyesuaian dilakukan untuk mempertahankan kegiatan yang dinilai masih memungkinkan dilaksanakan dengan dukungan anggaran yang tersedia.
Efisiensi juga berdampak pada skema pelatihan. Program yang direncanakan tahun ini hanya mencakup pelatihan tanpa dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi karena biaya yang dibutuhkan dinilai belum dapat ditampung dalam anggaran.
“Ini hanya pelatihan saja. Untuk sertifikasi tidak, karena anggarannya tidak cukup. Biaya sertifikasi juga cukup mahal,” katanya.
Pelatihan digital marketing diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan kanal digital guna mendukung pemasaran sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kompetensi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku maupun SDM pariwisata memperluas jangkauan promosi melalui berbagai platform digital.
Di tengah keterbatasan fiskal, Dispar Kukar tetap mempertahankan agenda peningkatan kapasitas SDM dengan menyesuaikan jumlah peserta dan bentuk kegiatan. Pelaksanaan program diharapkan tetap memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kukar meski dengan cakupan peserta yang lebih terbatas. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
