Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Bima Gelar GPM SAMARASA
BIMA – Masyarakat Kelurahan Sambina’e, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, mendapat akses bahan pangan dengan harga lebih terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) SAMARASA (Sahabat Masyarakat untuk Harga Stabil dan Sejahtera), Kamis (24/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Sambina’e itu menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga telur. Langkah tersebut menjadi bagian dari intervensi Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus daya beli masyarakat.
Melalui GPM SAMARASA, masyarakat dapat membeli beras premium sebanyak 50 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1.500 kilogram, Minyak Kita 480 liter, gula 11 kilogram, serta telur sebanyak 90 rak atau 51 ikat.
Program tersebut dilaksanakan Pemkot Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menggandeng Perum Bulog Cabang Bima dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kolaborasi itu diarahkan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah masyarakat.
Pelaksanaan pasar murah di tingkat kelurahan juga membuat masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pangan. Kehadiran kegiatan tersebut sekaligus memberikan alternatif pembelian bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi rumah tangga.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, jajaran TPID Kota Bima, Camat Mpunda, Lurah Sambina’e, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta unsur terkait lainnya, sebagaimana diberitakan Pemerintah Kota Bima, Kamis, (24/09/2026).
Pemkot Bima menempatkan GPM SAMARASA sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah. Selain menjaga ketersediaan pangan, program tersebut diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan harga yang berlebihan.
TPID Kota Bima bersama Perum Bulog dan pelaku UMKM selanjutnya akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan. Pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah pengendalian sesuai kondisi yang terjadi di lapangan. []
Redaksi01
