Pemkab Kukar Siapkan Bantuan 18 Kg Beras per Jiwa bagi Petani Gagal Panen

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, Senin (28/09/2026).

Pemkab Kukar menyiapkan bantuan beras sebanyak 18 kilogram per jiwa selama 60 hari bagi masyarakat terdampak gagal panen akibat kekeringan, sementara pendataan penerima masih berlangsung di sejumlah kecamatan.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan bantuan beras sebanyak 18 kilogram per jiwa bagi masyarakat yang terdampak gagal panen akibat kekeringan. Bantuan melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan pangan selama 60 hari, sementara jumlah penerima masih dalam proses pendataan.

Kepala Disketapang Kukar Ananias mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang kehilangan hasil panen akibat musim kering. Pemkab Kukar saat ini masih menginventarisasi dan menyinkronkan data untuk memastikan jumlah penerima serta total cadangan pangan yang perlu disalurkan.

Menurut Ananias, kekeringan memang berdampak terhadap sebagian petani di Kukar. Namun, kondisi pangan secara umum masih relatif aman karena sebagian besar petani telah menyelesaikan masa panen sebelum puncak kekeringan.

“Kalau secara umum sebenarnya aman karena teman-teman petani sebagian besar sudah panen. Memang ada yang saat ini mengalami gagal panen karena kekeringan, tapi jumlahnya tidak besar seperti yang sudah panen,” ucap Ananias kepada Prudensi di Tenggarong, Senin (28/09/2026).

Ia menjelaskan puncak musim kering terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, sebagian besar petani telah memasuki atau menyelesaikan masa panen. Meski demikian, masih terdapat petani yang belum sempat memanen hasil pertaniannya sehingga terdampak kondisi cuaca kering.

Disketapang Kukar menetapkan perhitungan bantuan berdasarkan kebutuhan konsumsi beras sebanyak 300 gram per jiwa per hari selama 60 hari. Dengan formula tersebut, setiap jiwa yang terdampak gagal panen akan memperoleh alokasi 18 kilogram beras.

“Untuk yang gagal panen, itu kita berikan 300 gram kali 60 hari. Jumlahnya 18 kilogram per jiwa,” jelasnya.

Meski besaran bantuan per jiwa telah ditetapkan, Pemkab Kukar belum menentukan jumlah keseluruhan beras yang akan disalurkan. Total kebutuhan baru dapat dihitung setelah proses pendataan masyarakat terdampak selesai dilakukan.

Ananias mengatakan penghitungan penerima dilakukan berdasarkan luasan lahan yang mengalami gagal panen dan jumlah jiwa yang terdampak. Data tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan kebutuhan cadangan pangan yang akan dikeluarkan.

“Dari luasan yang gagal panen itu berapa jiwa yang terdampak, kemudian jumlahnya kita kalikan 18 kilogram,” katanya.

Hingga kini, data masyarakat terdampak gagal panen yang telah masuk berasal dari tiga kecamatan, yakni Tenggarong Seberang, Loa Kulu, dan Tenggarong. Disketapang Kukar masih menyinkronkan data tersebut dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar untuk memastikan penerima bantuan sesuai kondisi di lapangan.

Dalam menyiapkan bantuan, Disketapang Kukar juga berkoordinasi dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog terkait kebutuhan beras yang akan dikeluarkan dari cadangan pangan pemerintah.

Sinkronisasi tersebut diperlukan agar jumlah beras yang disiapkan sesuai dengan data penerima. Setelah pendataan selesai, bantuan akan memasuki tahap pengemasan sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Kita masih coba sinkronkan bantuan yang harus kita keluarkan dari Bulog. Mungkin hari ini atau besok kita sudah mulai pengemasan,” ungkapnya.

Selain menyiapkan bantuan khusus bagi korban gagal panen, pemerintah juga memastikan ketersediaan pangan utama, khususnya beras, di Kukar masih dalam kondisi aman.

Pemkab Kukar sebelumnya turut menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada masyarakat di 20 kecamatan. Program tersebut berbeda dengan bantuan yang secara khusus disiapkan bagi warga terdampak gagal panen akibat kekeringan.

Menurut Ananias, masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 telah memperoleh bantuan beras sebanyak 30 kilogram per jiwa melalui program tersebut.

“Untuk di 20 kecamatan, yang desil 1 sampai desil 4 itu sudah kita bantu 30 kilogram beras per jiwa,” kata Ananias.

Melalui bantuan pangan dan pemanfaatan cadangan beras pemerintah, Pemkab Kukar berharap dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat ditekan, terutama bagi keluarga yang kehilangan hasil panen.

Ananias juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan di Kukar. Meski terdapat petani yang mengalami gagal panen, pasokan beras secara umum masih dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Untuk ketersediaan pangan, khususnya pangan utama beras, dijamin tidak akan jadi kendala. Masih aman,” pungkasnya. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *