UMKM Bontang Didorong Naik Kelas di Tengah Era Digital

BONTANG – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bontang didorong memperkuat keterampilan kewirausahaan dan kemampuan beradaptasi agar mampu mengembangkan usaha di tengah perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi. Dorongan tersebut mengemuka dalam pelatihan “UMKM Tumbuh Bersama KDM” yang digelar PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) selama dua hari, 29-30 September 2026.

Pelatihan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Equator Bontang itu diikuti 20 pelaku UMKM binaan KDM dari berbagai sektor usaha. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus membuka peluang pengembangan jejaring dan kolaborasi.

Peserta berasal dari beragam bidang usaha, antara lain makanan olahan, kuliner, kerajinan, serta usaha berbasis kebutuhan masyarakat. Mereka terdiri atas E-Warong Cahaya Harapan, E-Warong Padaidi Padaelo, Amplang Azka, Terasi Pulau Gusung, Pengrajin Kain Tenun Kelurahan Kanaan, Roti Goreng Bontang, Empek-empek Fam354, CemilanKu, Pempek Sukarame, Dimsum Gangciel, Dapur Bu Maskut, Luna Cookies, Pastellin, Salt Things, Dapur Anggrek, Dapoer Yasha, Cake Bun, Cici Tasik, Kadar Rasa, dan Alisha.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) KDM Sukardi mengatakan program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan, wawasan, sekaligus inspirasi yang dapat diterapkan secara langsung dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,” ujar Sukardi dalam sambutannya sebagaimana diberitakan Akurasi, Selasa, (29/09/2026).

Menurut Sukardi, pelaku UMKM membutuhkan keberanian untuk memulai usaha, konsistensi dalam menjalankannya, serta kemauan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Karena itu, materi pelatihan tidak hanya diberikan melalui sesi pembelajaran, tetapi juga dilengkapi dengan pengalaman langsung dari pelaku usaha lain.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi Mindset and Basic Entrepreneurship serta Rumus Laris yang disampaikan Anggi V Goenandi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session bersama Muhammad Afifush Shidiq dari Sugar Rush.

Sementara pada hari kedua, materi diberikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang melalui Syahruddin Arman serta Indah Purnamasari dari Dapur Jamu Ibu.

Sukardi berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi selama dua hari. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan diterapkan dalam kegiatan usaha, sekaligus menjadi pintu untuk memperluas jejaring dan menciptakan kerja sama baru.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan sesama peserta. Bisa jadi, dari pertemuan selama dua hari ini akan muncul kolaborasi baru, ide baru, bahkan peluang usaha baru,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, KDM menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui DKUMPP Bontang. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM agar memiliki kapasitas usaha yang lebih baik.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi DKUMPP Bontang Muhammad Taqwin yang mewakili Pemkot Bontang mengapresiasi pendampingan yang diberikan KDM. Menurut dia, penguatan jiwa kewirausahaan semakin penting karena perkembangan teknologi turut mengubah kebutuhan dan pola pekerjaan.

Taqwin mengatakan DKUMPP Bontang juga memiliki program UMKM Goes to School untuk memperkenalkan kewirausahaan kepada pelajar. Namun, minat generasi muda untuk memilih menjadi pengusaha berdasarkan program tersebut masih tergolong rendah.

“Dari seratus anak yang kami tanya, yang berminat menjadi pengusaha itu hanya sekitar empat orang,” ungkap Taqwin.

Ia menilai perubahan teknologi perlu diantisipasi dengan membangun pola pikir generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga memiliki keberanian menciptakan lapangan usaha. Sejumlah pekerjaan formal dan konvensional, menurut dia, telah mengalami perubahan seiring penerapan sistem digital, termasuk pekerjaan resepsionis dan teller bank.

Karena itu, Taqwin meminta peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan yang diberikan KDM untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha. Penguatan keterampilan dinilai penting agar UMKM di Bontang dapat meningkatkan kapasitas serta memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

“Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan PT KDM. Manfaatkan untuk meningkatkan skill agar UMKM kita bisa naik kelas,” pesannya.

Melalui program “UMKM Tumbuh Bersama KDM”, pendampingan antara perusahaan dan Pemkot Bontang diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha, memperluas jejaring, dan mendorong terbentuknya ekosistem UMKM yang lebih mandiri serta berkelanjutan di Bontang. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *