Wisman Batam Tembus 183 Ribu, Okupansi Hotel Malah Turun
BATAM – Lonjakan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam hingga 183.281 kunjungan pada Agustus 2026 belum sepenuhnya berbuah pada peningkatan kinerja hotel. Di tengah pertumbuhan kunjungan 27,70 persen secara bulanan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang justru turun menjadi 51,91 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan jumlah wisman pada Agustus meningkat 27,70 persen dibandingkan Juli yang mencapai 143.523 kunjungan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisman juga tumbuh 24,73 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan pariwisata Batam mulai bergeser. Persoalannya bukan lagi semata-mata mendatangkan wisatawan, melainkan bagaimana membuat mereka tinggal lebih lama dan meningkatkan aktivitas ekonomi selama berada di kota tersebut.
Kepala BPS Kota Batam Devi Indriastuti mengatakan pasar wisatawan Batam masih sangat kuat di kawasan regional, terutama dari Singapura dan Malaysia. Pada Agustus, wisman Singapura mencapai 72.793 kunjungan atau 39,72 persen dari total wisman.
Malaysia berada di posisi berikutnya dengan 71.760 kunjungan atau 39,15 persen. Setelah itu terdapat wisman asal Tiongkok sebanyak 6.269 kunjungan, India 4.714 kunjungan, dan Filipina 2.113 kunjungan.
“Dengan demikian, Singapura dan Malaysia menyumbang hampir 80 persen dari seluruh kunjungan wisman ke Batam selama Agustus,” ujar Devi, Minggu, sebagaimana diberitakan Batam Pos, Minggu, (04/10/2026).
Arus wisman tersebut masuk melalui sejumlah pintu utama, antara lain Pelabuhan Ferry Batam Center, Nongsa Pura, Harbourbay, Pelabuhan Internasional Sekupang, serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Namun, peningkatan jumlah kedatangan tersebut belum diikuti peningkatan tingkat hunian hotel. TPK hotel berbintang di Batam justru turun 3,41 poin dari 55,32 persen pada Juli menjadi 51,91 persen pada Agustus.
Durasi kunjungan juga cenderung pendek. Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Agustus hanya 1,75 malam atau turun 0,11 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika dibedakan berdasarkan asal tamu, wisatawan Indonesia rata-rata menginap 1,68 malam. Sementara itu, tamu asing memiliki durasi menginap sedikit lebih panjang, yakni 1,87 malam.
“Jika dibedakan berdasarkan asal tamu, wisatawan Indonesia rata-rata menginap 1,68 malam. Sementara tamu asing sedikit lebih lama, yakni 1,87 malam,” sebut Devi.
Perbandingan tersebut menunjukkan besarnya arus kunjungan belum otomatis menghasilkan masa tinggal yang lebih panjang. Artinya, peluang ekonomi dari ratusan ribu kedatangan wisman masih dapat diperbesar apabila wisatawan terdorong memperpanjang kunjungan.
Di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), TPK hotel berbintang pada Agustus tercatat 48,53 persen atau turun 1,68 poin dibandingkan Juli yang mencapai 50,21 persen. Meski demikian, angka tersebut masih meningkat 0,48 poin dibandingkan Agustus 2025.
Secara nasional, TPK hotel berbintang mencapai 52,52 persen. Dengan demikian, TPK Kepri masih tertinggal 3,99 poin dari rata-rata nasional, sedangkan Batam dengan capaian 51,91 persen masih berada di atas rata-rata Kepri.
“Untuk Batam sendiri, angka TPK 51,91 persen masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kepri. Namun, penurunan dalam sebulan terakhir menjadi sinyal bahwa derasnya arus wisatawan perlu diikuti dengan upaya mendorong mereka agar tidak sekadar datang, tetapi juga memperpanjang masa tinggal,” tutur Devi.
Dominasi pasar Singapura dan Malaysia menjadi modal penting bagi Batam karena keduanya menyumbang hampir 80 persen dari total kunjungan wisman selama Agustus. Namun, besarnya pasar tersebut perlu diikuti strategi pariwisata yang mampu meningkatkan lama tinggal, hunian hotel, belanja wisatawan, serta kunjungan ke lebih banyak destinasi dan aktivitas wisata.
Dengan jumlah wisman yang telah menembus 183.281 kunjungan dalam satu bulan, keberhasilan pariwisata Batam ke depan tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang tiba, tetapi juga seberapa besar pengeluaran dan durasi kunjungan yang tercipta bagi perekonomian daerah. []
Redaksi01
