Dispar Kukar Siapkan Kurasi Band Lokal Tembus Event Musik Bergengsi
Kabid Ekraf Dispar Kukar, Zikri Umulda.
Dispar Kukar menyiapkan kurasi dan memperluas jejaring industri musik agar band lokal memiliki peluang tampil di festival nasional maupun internasional serta memasuki pasar yang lebih luas pada 2027.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan skema kurasi band lokal sebagai bagian dari pengembangan subsektor musik ekonomi kreatif. Program tersebut diarahkan untuk membuka jalan bagi musisi Kukar tampil di berbagai panggung musik nasional hingga internasional mulai 2027.
Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Dispar Kukar Zikri Umulda mengatakan, Kukar memiliki talenta musik yang berpotensi berkembang lebih jauh apabila mendapatkan ruang, pembinaan, serta akses jaringan industri yang lebih luas.
“Kami ingin mendorong agar teman-teman dari Kukar ini musiknya juga bisa dikenal sampai keluar. Harapannya seperti itu,” ucap Zikri kepada Prudensi.com di Tenggarong, Rabu (07/10/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Dispar Kukar akan menyusun mekanisme kurasi terhadap band-band lokal. Proses itu akan menjadi salah satu tahapan untuk menyaring musisi yang dinilai memiliki potensi dan kesiapan tampil pada panggung yang lebih besar.
Hasil kurasi tidak hanya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pertunjukan pada kegiatan pemerintah daerah. Musisi terpilih juga akan diarahkan agar memperoleh kesempatan tampil dalam festival musik berskala nasional maupun internasional.
Sejumlah festival besar, seperti Pestapora dan Prambanan Jazz, disebut sebagai gambaran panggung yang menjadi arah pengembangan jaringan bagi musisi Kukar. Kehadiran dalam ajang berskala besar diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan karya musisi daerah kepada pasar yang lebih luas.
Dispar Kukar juga mulai menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki pengalaman serta jaringan dalam industri musik. Salah satunya melalui komunikasi dengan perwakilan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang dapat menghubungkan musisi daerah dengan jaringan industri musik di luar Kukar.
Zikri mengatakan konsep program Tetiba yang sebelumnya diarahkan membawa kegiatan ke destinasi wisata di luar daerah juga akan dikembangkan agar dapat masuk ke berbagai ajang musik berskala nasional maupun internasional.
“Kalau Tetiba sebelumnya konsepnya kita masuk ke destinasi wisata luar daerah, nanti Tetiba ini kami ubah konsepnya untuk masuk ke event-event nasional atau internasional yang memang kita bisa membuat jaringan ke sana,” jelasnya.
Menurut Zikri, membangun akses menuju industri musik yang lebih luas tidak dapat dilakukan secara instan. Dispar Kukar membutuhkan proses komunikasi, pemetaan potensi, serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak sebelum membawa musisi lokal ke panggung yang lebih besar.
Karena itu, periode Oktober hingga Desember 2026 akan dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan subsektor musik Kukar.
“Penjajakan nanti pelan-pelan, kami membuat jaringan. Pergerakannya memang di Oktober, November, Desember ini kami membuat jaringan seperti itu,” katanya.
Pengembangan subsektor musik dinilai memiliki peluang karena Kukar memiliki talenta dan komunitas musik dengan karakter beragam. Namun, subsektor tersebut juga menghadapi tantangan karena penerimaan terhadap sebuah karya sangat dipengaruhi selera serta minat pasar.
Melalui kurasi dan penguatan jaringan tersebut, Dispar Kukar menargetkan musisi lokal tidak hanya tampil dalam kegiatan daerah, tetapi juga mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harapannya memang kami bisa menjual sesuatu nanti di 2027,” pungkas Zikri. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
