Danantara Siapkan Sejumlah BUMN Melantai di Bursa pada 2027

0
6aa7c9c30cc94

JAKARTA – Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) disiapkan untuk melantai di bursa pada 2027 sebagai bagian dari upaya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan negara.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan proses identifikasi dan persiapan sejumlah BUMN telah berjalan. Perusahaan yang dinilai memiliki potensi serta mendapat respons positif dari dunia usaha akan diarahkan untuk masuk ke pasar modal.

“Kisa sudah mulai pembahasan dan sudah memulai tahapan-tahapannya di Danantara dan BUMN,” kata Rosan di Jakarta, Rabu (07/10/2026), saat menghadiri acara Investor Daily Summit 2026, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (07/10/2026).

Rosan mengatakan beberapa BUMN telah masuk dalam daftar perusahaan yang dipersiapkan untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2027. Menurut dia, proses tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing perusahaan.

“Tahun 2027 kita sudah mengidentifikasi beberapa perusahaan untuk melantai ke bursa. Ini juga sebagai salah satu bentuk dari transparansi kita dalam rangka meningkatkan akuntabilitas, karena kalau di bursa banyak yang memantau atau melihatnya, baik dari OJK, masyarakat dan yang berkepentingan lainnya,” ujarnya.

Menurut Rosan, pencatatan saham BUMN di bursa akan memperluas pengawasan terhadap perusahaan. Setelah menjadi perusahaan terbuka, pengawasan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemegang saham publik, serta masyarakat.

Rosan menilai keterlibatan publik dalam pengawasan dapat mendorong perusahaan negara menjalankan operasional secara lebih terbuka dan akuntabel. Selain itu, pertumbuhan perusahaan yang telah tercatat di bursa diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Danantara saat ini masih melakukan pemetaan terhadap BUMN yang dinilai memiliki prospek untuk melantai di pasar modal. Identifikasi tersebut ditargetkan selesai sebelum akhir 2026 untuk menentukan perusahaan yang akan diarahkan masuk ke bursa.

“(BUMN yang akan melantai di bursa) Ada sektor finansial, infrastruktur, pertambangan juga ada,” katanya menambahkan.

Rosan menegaskan perusahaan yang dipilih tidak hanya harus memiliki potensi pertumbuhan, tetapi juga memperoleh respons positif dari dunia usaha, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut diharapkan memperkuat tata kelola BUMN sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menikmati pertumbuhan perusahaan negara. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *