Kabut Asap Tunda Garuda Sorong-Jakarta hingga 5 Jam

0
Kabut Asap Tunda Garuda Sorong-Jakarta hingga 5 Jam

SORONG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya. Kondisi jarak pandang yang terbatas membuat penerbangan Garuda Indonesia rute Sorong-Jakarta mengalami penundaan hingga lima jam pada Kamis (08/10/2026).

Penundaan dilakukan setelah pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta yang seharusnya tiba di Sorong pada pagi hari baru dapat mendarat sekitar pukul 11.00 WIT. Pesawat tersebut sebelumnya dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 00.10 WIB dan tiba di Bandara DEO pukul 06.20 WIT.

General Manager (GM) Garuda Indonesia Cabang Sorong, Nadia Anisa, mengatakan perubahan jadwal penerbangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang masih memengaruhi jarak pandang di wilayah Sorong.

“Kalau hari Senin hingga Rabu kemarin penundaannya di Sorong, Karena penumpang baru tahu setelah di bandara. Kalau hari ini kita sudah tunda penerbangan dari Jakarta, dan penumpang sudah kami diinfokan sejak semalam,” kata Nadia saat konferensi pers Dampak Karhutla Terhadap Penerbangan di Sorong, Kamis, 8 Oktober 2026, sebagaimana diberitakan Rri, Kamis, (08/10/2026).

Menurut Nadia, penerbangan dari Jakarta ke Sorong yang biasanya dilakukan pada pukul 00.10 WIB harus digeser menjadi pukul 05.00 WIB. Pesawat kemudian tiba di Sorong sekitar pukul 11.00 WIT atau terlambat beberapa jam dari jadwal normal.

“Ini kita lakukan untuk menghindari pengalihan rute, dan juga pada pukul 11.00 WIT diangkap kondisi cuaca sudah agak membaik,” ucapnya.

Penyesuaian jadwal tersebut turut berdampak pada penerbangan Garuda Indonesia dari Sorong menuju Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIT. Penerbangan baru dapat dilakukan setelah pesawat dari Jakarta tiba dan kondisi dinilai lebih memungkinkan untuk penerbangan.

Nadia menambahkan, perubahan jadwal sementara tersebut tidak mendapat keberatan dari penumpang. Langkah penyesuaian waktu penerbangan dilakukan untuk mengurangi risiko pengalihan rute sekaligus menyesuaikan operasional dengan kondisi jarak pandang di sekitar Bandara DEO.

Gangguan penerbangan tersebut menjadi salah satu dampak karhutla yang terjadi di wilayah Papua Barat Daya. Kabut asap yang menyelimuti Sorong tidak hanya memengaruhi kualitas udara, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas transportasi udara apabila jarak pandang berada di bawah batas operasional penerbangan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *