Pemulihan UMKM Tapteng Diperkuat, KUR Berbunga Nol Persen Disiapkan
TAPTENG – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), berpeluang memperoleh bantuan pemerintah dan akses permodalan berbunga nol persen untuk mempercepat pemulihan usaha setelah terdampak bencana. Dukungan tersebut disiapkan melalui program pendampingan kemitraan, bantuan Presiden, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) Republik Indonesia, Bagus Rachman, mengunjungi Tapteng pada Kamis (08/10/2026) untuk memastikan pendampingan bagi pelaku usaha terdampak bencana berjalan sesuai sasaran.
“Kami tidak ingin hanya melihat data di atas kertas, tetapi ingin melihat langsung pendampingan yang sudah berjalan di Klinik Bangkit Sumut I ini,” ungkap Bagus saat memberikan sambutan di PIA Hotel Pandan, sebagaimana diberitakan Deteksi, Kamis, (08/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pelaku UMKM yang tergabung dalam SAPA UMKM, platform layanan terpadu dan aplikasi resmi Kementerian UMKM. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendampingan agar pelaku usaha terdampak dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi.
Bagus juga menyampaikan bahwa bantuan Presiden (Banpres) bagi pelaku usaha terdampak bencana akan disalurkan dalam waktu dekat. Sebanyak 200 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) terdampak bencana telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.
“Tentunya penyaluran ini harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Selain bantuan pemerintah, dukungan pemulihan juga diarahkan pada akses pembiayaan. Perwakilan sejumlah bank, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Sumut, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri, turut hadir untuk mendukung pemulihan permodalan UMKM. Lembaga keuangan tersebut menyatakan kesiapan menyalurkan KUR dengan suku bunga nol persen bagi pelaku usaha terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Menengah Tapteng, Erman Syarin Lubis, menyatakan Klinik UMKM Tapteng bersiaga penuh untuk memberikan pendampingan kemitraan kepada pelaku usaha yang terdampak.
“Program Klinik UMKM Bangkit Sumut I ini merupakan inisiatif dari Kementerian UMKM RI, hadir sebagai tanggapan atas peristiwa bencana alam yang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah,” jelas Erman.
Melalui pendampingan, bantuan, dan akses pembiayaan tersebut, pemulihan UMKM diharapkan berlangsung lebih cepat dan membantu warga membangun kembali kegiatan usaha serta menggerakkan perekonomian daerah. []
Redaksi01
