KADIN Jakarta Dorong Perusahaan Besar Buka Peluang bagi UMKM
JAKARTA – Perusahaan besar di Jakarta didorong membuka akses pasar, rantai pasok, dan peluang kerja sama yang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha berskala besar. Dorongan ini menjadi salah satu agenda Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) untuk memperkuat ekosistem bisnis, terutama di Jakarta Pusat.
Ketua Umum Kadin DKJ Diana Dewi menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Kota (Mukota) VII Kadin Jakarta Pusat di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Kamis (08/10/2026). Mengusung tema “Pengusaha Kuat, Jakarta Pusat Hebat”, forum tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha untuk memperluas kesempatan berkembang bagi bisnis skala kecil maupun besar.
“Pengusaha besar harus membantu pelaku UMKM,” kata Diana melalui keterangan tertulis kepada Radio Republik Indonesia (RRI), sebagaimana diberitakan RRI, Kamis, (08/10/2026).
Menurut Diana, perusahaan besar dapat berperan sebagai mitra strategis UMKM melalui pembukaan akses pasar dan keterlibatan dalam rantai pasok. Pola kemitraan tersebut dinilai dapat memperkuat hubungan antarpelaku usaha sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi.
Pemanfaatan teknologi juga dinilai mampu mempercepat terbentuknya kemitraan. Platform digital memungkinkan UMKM menjangkau konsumen lebih luas dan terhubung dengan jaringan bisnis yang sebelumnya sulit diakses.
“Kemajuan teknologi dewasa ini memungkinkan terciptanya kolaborasi antara perusahaan besar dengan UMKM,” ujarnya.
Peluang penguatan kerja sama itu sejalan dengan perkembangan perekonomian Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 9,52 persen.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Diana meminta pengurus Kadin Jakarta Pusat lebih aktif menjembatani kebutuhan perusahaan besar dengan kapasitas pelaku usaha lokal. Organisasi juga diharapkan mampu membantu anggota menyelesaikan kendala bisnis dan membuka peluang kerja sama lintas sektor.
“Pengurus KADIN harus proaktif, tidak boleh pasif,” tegasnya.
Diana menambahkan, Kadin DKJ terus menjalin komunikasi dengan pengusaha dari berbagai negara guna memperluas kesempatan kemitraan. Hubungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha anggota, sekaligus memperkuat hubungan organisasi dengan pemerintah dan sektor swasta.
Dukungan terhadap kemitraan itu juga disampaikan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (Pemprov DKJ). Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, yang diwakili Kepala Bagian Perekonomian M. Yassin Pasaribu, mengapresiasi kontribusi Kadin dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemprov DKI siap selalu bermitra dengan KADIN dan hubungan yang terjalin selama ini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam Mukota VII tersebut, Samser Affandi Gultom terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Jakarta Pusat untuk masa bakti 2026–2031. Ia menilai keragaman skala usaha di wilayah tersebut merupakan potensi yang perlu diperkuat melalui pelayanan organisasi yang menjawab kebutuhan anggota.
“Jakarta Pusat memiliki keragaman bisnis, baik skala besar, menengah, maupun kecil,” kata Samser.
Kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan tema “Pengusaha Kuat, Jakarta Pusat Hebat” menjadi program nyata, mulai dari membantu persoalan perizinan dan akses permodalan hingga mempertemukan UMKM dengan mitra usaha yang tepat. Dengan demikian, kemitraan antarpelaku usaha diharapkan semakin terbuka dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian Jakarta Pusat. []
Redaksi01
