IHSG Berbalik Hijau ke 6.052, HRTA Pimpin Top Gainers LQ45
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik ke zona hijau pada perdagangan sesi pertama Jumat (09/10/2026), dengan kenaikan 0,35 persen ke level 6.052,51 setelah sempat bergerak di zona merah. Penguatan ini ditopang kenaikan mayoritas indeks sektoral, meski jumlah saham yang melemah masih cukup besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, sektor barang baku menjadi penggerak utama dengan kenaikan 0,94 persen. Berikutnya, sektor perindustrian menguat 0,59 persen, keuangan 0,54 persen, transportasi 0,50 persen, dan kesehatan 0,39 persen.
Sektor barang konsumer primer naik 0,24 persen, infrastruktur menguat 0,09 persen, sedangkan barang konsumer nonprimer naik tipis 0,03 persen.
Di kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,33 persen ke Rp2.170 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 2,67 persen ke Rp1.540 per saham, disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menguat 2,65 persen ke Rp2.320 per saham.
Namun, penguatan IHSG belum diikuti seluruh saham di pasar. Pada sesi pertama, sebanyak 311 saham tercatat naik, sementara 298 saham melemah dan 176 saham tidak mengalami perubahan harga.
Tekanan terbesar di kelompok LQ45 dialami PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang turun 3,33 persen ke Rp29 per saham. Selanjutnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terkoreksi 2,43 persen ke Rp1.405 per saham, sedangkan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melemah 1,72 persen ke Rp570 per saham.
Aktivitas perdagangan saham di BEI hingga penutupan sesi pertama mencapai volume 19,01 miliar saham dengan nilai transaksi Rp4,58 triliun. Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks berlangsung di tengah pergerakan saham yang masih beragam.
Informasi pergerakan IHSG dan saham-saham unggulan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (09/10/2026). Perkembangan pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah penguatan indeks dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual. []
Redaksi01
