Free Float BSWD Baru 7,68%, Bank of India Indonesia Kejar Target 15%

0
Free Float BSWD Baru 7,68%, Bank of India Indonesia Kejar Target 15%

JAKARTA – PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) masih memiliki pekerjaan untuk meningkatkan porsi saham publik dari 7,68 persen menjadi minimal 15 persen sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan tengah mengkaji berbagai opsi pemenuhan aturan tersebut dan berkomitmen menyelesaikannya sebelum tenggat 31 Maret 2029.

Dalam tanggapan tertulis kepada BEI tertanggal 8 Oktober 2026, manajemen BSWD menyatakan evaluasi menyeluruh dan studi kelayakan masih berlangsung. Perseroan belum mengungkapkan skema maupun aksi korporasi yang akan digunakan untuk menambah porsi saham yang beredar di publik.

Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Maret 2026, kapitalisasi pasar BSWD tercatat sekitar Rp4,98 triliun, sedangkan porsi free float atau saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik baru mencapai 7,68 persen. Kondisi ini membuat perseroan perlu menentukan strategi yang sesuai dengan ketentuan bursa sekaligus mempertimbangkan kepentingan seluruh pemegang saham.

“Perseroan berkomitmen untuk memenuhi ketentuan tersebut sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan,” demikian jawaban perseroan dalam keterbukaan informasi tersebut, sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (09/10/2026).

Selain rencana pemenuhan batas minimum saham publik, BSWD menyatakan belum menetapkan aksi korporasi untuk 12 bulan ke depan. Apabila keputusan terkait aksi korporasi diambil, perseroan akan mengikuti peraturan perundang-undangan dan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.

Di tengah kajian tersebut, kegiatan operasional bank disebut tetap berjalan dengan baik. Hingga 30 September 2026, BSWD mengoperasikan satu kantor pusat, delapan kantor cabang, enam kantor kas, dan dua kantor kas bergerak.

Dari sisi keuangan, total aset perseroan per September 2026 mencapai sekitar Rp6,99 triliun, sementara penyaluran kredit tercatat sekitar Rp4,78 triliun. Manajemen menyebut bisnis menunjukkan perkembangan positif dengan strategi memperluas portofolio kredit secara selektif dan hati-hati, terutama pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi.

Perseroan juga menekankan penguatan analisis kredit, manajemen risiko, pengendalian internal, dan pengelolaan kualitas aset sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Dengan tenggat pemenuhan ketentuan saham publik yang masih beberapa tahun lagi, keputusan strategi BSWD akan menjadi perhatian investor. Hasil kajian berikutnya akan menentukan langkah yang ditempuh perseroan untuk memenuhi ketentuan BEI tanpa mengabaikan kepentingan pemegang saham dan keberlangsungan usaha. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *