Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Rp102.250, Telur Rp28.400 per Kg

0
Harga Pangan Nasional

JAKARTA – Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas pangan dengan harga tinggi di pasar eceran nasional, mencapai Rp102.250 per kilogram (kg). Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) pada Selasa (20/10/2026) pukul 10.00 WIB juga mencatat harga cabai merah keriting Rp85.150 per kg dan cabai rawit hijau Rp73.250 per kg.

Harga tersebut menunjukkan bahwa kelompok cabai berada pada tingkat yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah bahan pangan pokok lain yang tercatat dalam pemantauan PIHPS. Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp28.400 per kg, sedangkan daging ayam ras segar mencapai Rp41.450 per kg.

Data PIHPS yang diberitakan Antara, Selasa (20/10/2026), turut mencatat harga bawang merah sebesar Rp37.350 per kg dan bawang putih Rp38.800 per kg.

Untuk komoditas beras, harga bervariasi berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp15.250 per kg dan kualitas bawah II Rp14.650 per kg. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp16.450 per kg, sedangkan medium II Rp16.350 per kg.

Beras kualitas super I mencapai Rp17.500 per kg dan super II Rp17.150 per kg. Perbedaan harga tersebut memberikan gambaran variasi harga beras berdasarkan kelompok kualitas yang dipantau secara nasional.

Di kelompok protein hewani, daging sapi kualitas I tercatat Rp150.200 per kg, sementara kualitas II Rp143.400 per kg. Angka ini menunjukkan harga daging sapi masih berada jauh di atas harga telur ayam ras maupun daging ayam ras segar.

Sementara itu, gula pasir kualitas premium dijual Rp19.900 per kg dan gula pasir lokal Rp19.450 per kg. Untuk minyak goreng, harga curah tercatat Rp20.050 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.550 per liter dan bermerek II Rp23.950 per liter.

Data PIHPS tersebut menjadi salah satu acuan untuk memantau perkembangan harga pangan di tingkat pedagang eceran nasional. Pergerakan harga komoditas, terutama cabai dan bahan kebutuhan pokok, perlu terus dicermati karena dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *