Bupati Kukar Lantik 11 Pejabat, Tekankan Penguatan Karakter ASN Lewat GEMA
Kegiatan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri melantik 11 pejabat administrator dan pengawas, mendorong penguatan integritas ASN melalui GEMA, serta menyiapkan penataan jabatan untuk menjaga kualitas pelayanan publik.
ADVERTORIAL – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, melantik 11 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan birokrasi sekaligus penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan nilai-nilai keagamaan dalam Gerakan Etam Mengaji (GEMA).
Sebanyak 11 pejabat yang dilantik terdiri atas sembilan pejabat administrator dan dua pejabat pengawas. Mereka diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional, meningkatkan kedisiplinan, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam arahannya, Aulia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Setiap pejabat dituntut menjaga integritas, menjunjung etika, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh pejabat dapat bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap Aulia.
Selain menekankan profesionalisme, Aulia mendorong penguatan karakter ASN melalui GEMA. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk membiasakan aparatur membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalankan tugas pelayanan publik.
“GEMA bukan hanya tentang membaca Al-Quran, tetapi juga bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” ujarnya.
Penguatan nilai-nilai keagamaan tersebut juga menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Sebagai tuan rumah, Kukar diharapkan dapat memanfaatkan penyelenggaraan MTQH untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Sebagai tuan rumah MTQH ke-46, kita berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran serta mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Aulia.
Dukungan perangkat daerah dan partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menyukseskan penyelenggaraan MTQH tersebut. Kegiatan itu juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter aparatur dan kehidupan sosial masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut mencakup pengisian jabatan administrator dan pengawas pada sejumlah perangkat daerah.
“Dari 11 pejabat yang dilantik, sembilan merupakan pejabat administrator dan dua lainnya pejabat pengawas,” ucap Rendra.
Pejabat yang dilantik yakni Ersiyanli sebagai Sekretaris Dinas Sosial, Lucy Yulidasari sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nurlely Tri Wahyuni sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit, serta Arif Risdianto sebagai Wakil Direktur Penunjang dan Pengembangan RSUD Aji Muhammad Parikesit.
Selanjutnya, Aspiadi Yuspian Handani sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Daerah, Rindang Lesmana A.S. sebagai Kepala Bagian Fasilitasi dan Pengawasan Penganggaran Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Ismail Ependi sebagai Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi BKPSDM Kukar, serta Mohammad Saidar sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu, Akhmad Supriyadi dilantik sebagai Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Yoga Jati Nugraha sebagai Kepala Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Aset BPKAD Kukar, serta Hariyo Santosa sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Daerah dan Elektromedik Dinas Kesehatan.
Selain pengisian jabatan tersebut, Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kekosongan sejumlah jabatan akibat pejabat yang memasuki masa pensiun.
Menurut Rendra, perencanaan kebutuhan aparatur harus dilakukan secara matang agar proses pergantian pejabat tidak menghambat penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Ke depan, masih ada jabatan yang berpotensi kosong karena pejabatnya memasuki masa pensiun. Karena itu, kebutuhan pengisian jabatan perlu diantisipasi melalui perencanaan kepegawaian yang matang,” ujar Rendra.
Sebagai tindak lanjut, BKPSDM Kukar merencanakan seleksi pengisian 10 posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) melalui mekanisme manajemen talenta pada November 2026.
Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya penataan kepegawaian berdasarkan kebutuhan organisasi dan pengembangan kompetensi aparatur.
“Seleksi untuk pengisian jabatan melalui mekanisme manajemen talenta direncanakan berlangsung pada November. Kami berharap prosesnya dapat dilaksanakan sesuai rencana pada tahun ini,” tutupnya.
Melalui pelantikan pejabat, penguatan karakter ASN, dan rencana pengisian jabatan yang berpotensi kosong, Pemkab Kukar diharapkan mampu menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan profesionalisme aparatur dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
