Aji Ali Husni Pimpin Bapor KORPRI Kukar, Bidik Peningkatan Prestasi ASN
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aji Ali Husni dikukuhkan Kembali Sebagai Badan Pembina Olahraga (Bapor) KORPRI Kukar pengurus masa bakti 2023-2028 di Aula Lantai 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Aji Ali Husni kembali dipercaya memimpin Bapor KORPRI Kukar masa bakti 2023–2028 dengan fokus memperluas budaya olahraga ASN, memperkuat pembinaan atlet, dan meningkatkan prestasi pada kompetisi KORPRI.
ADVERTORIAL – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aji Ali Husni kembali dipercaya memimpin Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kukar melalui pengukuhan pengurus Pergantian Antarwaktu (PAW) masa bakti 2023–2028. Kepengurusan tersebut diharapkan memperkuat pembinaan olahraga sekaligus mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari budaya kerja.
Pengukuhan berlangsung di Aula Lantai 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Tenggarong, Kamis (29/10/2026). Pergantian kepengurusan dilakukan untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan sekaligus menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan pembinaan cabang olahraga.
Ali menjelaskan, perubahan susunan pengurus diperlukan karena sebagian pengurus sebelumnya telah memasuki masa pensiun, meninggal dunia, atau mengundurkan diri akibat kesibukan pekerjaan.
“Pergantian antarwaktu ini dilakukan karena ada beberapa pengurus yang sudah pensiun, meninggal dunia, dan ada juga yang mengundurkan diri karena kesibukan pekerjaan,” ucap Ali kepada Prudensi seusai acara pengukuhan.
Selain mengisi kekosongan jabatan, penyesuaian kepengurusan juga dilakukan untuk menyelaraskan struktur organisasi dengan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kompetisi KORPRI serta ketentuan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurut Ali, kepengurusan yang baru harus mampu meningkatkan partisipasi pegawai dalam kegiatan olahraga secara berkelanjutan. Pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang pertandingan, tetapi perlu menjadi kegiatan rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
“Kami berharap pengurus yang baru bisa bekerja maksimal dalam pembinaan olahraga. Kami juga ingin ASN dan PPPK di Kukar kembali aktif berolahraga sesuai minat dan kemampuan masing-masing,” katanya.
Penyebutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam program tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga diarahkan untuk menjangkau berbagai kelompok pegawai di lingkungan pemerintahan daerah.
Ali menilai, olahraga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi dalam kompetisi. Aktivitas fisik secara teratur juga diperlukan untuk menjaga kebugaran pegawai sehingga dapat menunjang produktivitas dan kualitas pelayanan publik.
Untuk memperluas kesempatan berolahraga, Bapor KORPRI Kukar akan mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menyediakan fasilitas olahraga sederhana yang dapat dimanfaatkan pegawai di lingkungan kerja.
“Kalau bisa, setiap OPD memiliki fasilitas olahraga meskipun sederhana. Misalnya meja tenis, fasilitas futsal, atau badminton. Yang penting ada ruang bagi pegawai untuk berolahraga,” ungkapnya.
Menurut Ali, sejumlah fasilitas olahraga telah tersedia dan berkembang di lingkungan OPD maupun komunitas ASN di Tenggarong. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi modal awal untuk memperluas partisipasi pegawai sekaligus menjaring bibit atlet dari kalangan aparatur pemerintah.
Selain memanfaatkan sarana yang sudah ada, Bapor KORPRI Kukar juga membuka peluang pembinaan cabang olahraga lain, seperti karate, pencak silat, dan bersepeda.
“Ke depan, cabang olahraga yang bisa dikembangkan juga perlu kita lihat. Misalnya karate, pencak silat, dan sepeda. Komunitas ASN maupun PPPK yang memiliki hobi bersepeda juga sudah ada di beberapa kecamatan,” jelas Ali.
Ia berharap keberadaan komunitas olahraga di berbagai kecamatan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program pembinaan yang lebih terarah. Dengan demikian, pegawai yang memiliki minat dan kemampuan olahraga dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan secara berjenjang.
Penguatan pembinaan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan prestasi Kukar dalam kompetisi olahraga antaraparat pemerintahan. Ali menyebut Kukar saat ini menempati posisi ketiga dalam capaian olahraga KORPRI tingkat Kaltim.
“Posisi yang sudah dicapai sekarang harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi. Harapannya, ke depan Kukar bisa meraih hasil yang lebih baik dan bersaing untuk menjadi juara umum,” ujarnya.
Meski demikian, Ali mengakui bahwa peningkatan prestasi membutuhkan dukungan program, fasilitas, dan pembiayaan yang memadai. Oleh karena itu, Bapor KORPRI Kukar akan berkoordinasi dengan Dewan Pengurus KORPRI serta pihak terkait untuk membahas kebutuhan pembinaan dan penyusunan program kerja.
“Untuk program dan anggaran, nanti akan kami diskusikan bersama Dewan Pengurus KORPRI. Kami juga berharap ada dukungan dari Dispora dan pengurus KORPRI agar kegiatan pembinaan ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan program pembinaan yang realistis, sesuai kebutuhan pegawai, dan mempertimbangkan kemampuan anggaran agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Melalui kepengurusan PAW masa bakti 2023–2028, Bapor KORPRI Kukar diharapkan mampu membangun budaya olahraga yang lebih aktif di lingkungan pemerintahan sekaligus meningkatkan kesiapan atlet menghadapi kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
“Kami ingin olahraga menjadi kebiasaan di kalangan ASN dan PPPK, bukan hanya dilakukan saat akan mengikuti perlombaan. Kalau pembinaannya berjalan rutin, kesehatan terjaga dan peluang untuk meningkatkan prestasi juga semakin terbuka,” pungkas Ali. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
