Tabang Masih Andalkan PLTD, Jaringan PLN Jadi Harapan
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar.
Ketergantungan Kecamatan Tabang terhadap tiga mesin PLTD menyebabkan pasokan listrik rentan terganggu, sementara rencana penyambungan jaringan PLN dari Kembang Janggut menuju Buluk Sen berpotensi dilaksanakan pada 2027.
ADVERTORIAL – Ketergantungan terhadap tiga mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) membuat pasokan listrik di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih rentan mengalami gangguan. Pemadaman listrik yang kerap terjadi tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan layanan internet dan komunikasi seluler di wilayah hulu tersebut terputus.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar, mengungkapkan bahwa sistem kelistrikan di wilayahnya masih mengandalkan pembangkit diesel yang beroperasi secara mandiri. Kondisi tersebut membuat keandalan pasokan listrik sangat bergantung pada kemampuan mesin pembangkit yang tersedia.
“Kalau untuk di zona hulu, masih menggunakan PLTD dengan mesin sendiri. Nah, ini kemarin sering terkendala, sering terjadi blackout di Kecamatan Tabang karena memang ketergantungan terhadap tiga mesin yang saat ini siaga di Kecamatan Tabang,” ucap Elvandar kepada awak media di Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Menurut Elvandar, gangguan kelistrikan berdampak langsung terhadap keberlangsungan layanan komunikasi masyarakat. Ketika pasokan listrik terhenti, jaringan internet dan layanan telepon seluler yang digunakan warga turut mengalami gangguan.
“Kalau Kecamatan Tabang mati listrik atau PLN padam, otomatis seluruh fasilitas lainnya, seperti internet, kemudian fasilitas telepon yang menggunakan provider Telkomsel, itu mati total,” jelasnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan listrik di wilayah hulu Kukar tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan, tetapi juga berpengaruh terhadap akses informasi dan komunikasi masyarakat.
Keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk penggunaan layanan komunikasi dan berbagai fasilitas berbasis digital yang memerlukan pasokan energi secara berkelanjutan.
Di tengah persoalan tersebut, rencana penyambungan jaringan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dari Kecamatan Kembang Janggut menuju wilayah Tabang menjadi salah satu harapan untuk memperkuat sistem kelistrikan di kawasan hulu Kukar.
Elvandar mengatakan pihak kecamatan telah memperoleh informasi mengenai rencana kelanjutan pembangunan jaringan listrik dari Kembang Janggut hingga Desa Buluk Sen, Kecamatan Tabang.
Namun, pelaksanaan pekerjaan tersebut belum memiliki kepastian waktu. Berdasarkan informasi yang diterimanya, penyambungan jaringan berpotensi dilaksanakan pada 2027 apabila belum dapat direalisasikan melalui perubahan anggaran tahun 2026.
“Informasinya, kalau tidak dilakukan di perubahan tahun 2026 ini, akan dilakukan di tahun 2027 untuk sambungan PLN yang langsung dari Kembang Janggut hingga masuk ke wilayah Buluk Sen,” ungkapnya.
Rencana pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan wilayah hulu terhadap pembangkit diesel, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Meski demikian, kepastian realisasi masih memerlukan informasi resmi mengenai perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pekerjaan dari pemerintah daerah maupun PLN.
Penguatan infrastruktur kelistrikan di Tabang diharapkan tidak hanya mampu mengurangi gangguan pasokan listrik, tetapi juga menjaga keberlangsungan layanan internet dan komunikasi seluler yang semakin dibutuhkan masyarakat di wilayah hulu Kukar. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
