Gambir Dibidik Jadi Lokasi Rusun Rakyat
JAKARTA – Kawasan Gambir, Jakarta, mulai dilirik sebagai lokasi potensial pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat perkotaan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dijadwalkan meninjau kawasan tersebut bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Senin, 2 November 2026, untuk menjajaki rencana pengembangan hunian bagi rakyat.
Peninjauan yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas penyediaan hunian vertikal terjangkau di perkotaan, terutama dengan memanfaatkan aset milik negara.
“Dengan BRI dan juga Kereta Api, besok saya akan meninjau ke Gambir. Doakan kita mencoba untuk mulai membangun juga rumah susun bagi rakyat,” ujar Maruarar, yang akrab disapa Ara, di Jakarta, Minggu (01/11/2026).
Rencana tersebut mengacu pada pengembangan hunian berbasis transit-oriented development (TOD) atau pembangunan kawasan berorientasi transportasi publik. Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah hunian TOD di Manggarai, Jakarta, yang menurut Maruarar mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berharap konsep hunian yang mengintegrasikan tempat tinggal dengan akses transportasi umum tersebut dapat dikembangkan di kawasan lain. Dengan begitu, masyarakat perkotaan memiliki lebih banyak pilihan tempat tinggal yang dekat dengan sarana mobilitas publik.
Pengembangan hunian di Manggarai juga didukung skema pembiayaan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Perusahaan tersebut menyiapkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun dan suku bunga 6 persen tetap sampai lunas.
Direktur Utama (Dirut) BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pembiayaan jangka panjang itu dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian di tengah kota dengan cicilan yang lebih terjangkau serta kepastian suku bunga.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah peletakan batu pertama pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Kawasan Manggarai dikembangkan dengan mengutamakan keterhubungan antara tempat tinggal dan transportasi publik. Lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Manggarai memungkinkan penghuni menggunakan layanan kereta untuk menunjang perjalanan dan aktivitas sehari-hari.
Model tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan dalam rencana pengembangan rusun di Gambir. Namun, realisasi pembangunan di kawasan itu masih menunggu hasil peninjauan dan pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait.
Sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (01/11/2026), pemerintah tengah menjajaki pemanfaatan kawasan strategis perkotaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau dan terhubung dengan transportasi publik. []
Redaksi01
