Seleksi Direksi PT Sumekar Disorot, Bupati Diminta Utamakan Profesionalitas

0
150928068446f3f4967ad2277367423d7467e2de

SUMENEP – Seleksi pimpinan baru PT Sumekar diminta tidak menjadikan asal daerah maupun kedekatan kelompok sebagai pertimbangan utama. Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut dinilai membutuhkan direksi yang memiliki integritas, pengalaman bisnis, dan kemampuan manajerial untuk memperbaiki tata kelola serta menjaga keberlanjutan usaha.

Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK), Safiudin, mengingatkan Bupati Sumenep agar memastikan proses pemilihan Direktur Utama (Dirut) dan jajaran direksi berlangsung berdasarkan kompetensi serta rekam jejak calon.

“Jangan sampai Bupati terjebak pada pertimbangan asal daerah atau kepentingan kelompok. PT Sumekar membutuhkan pemimpin profesional.” ujarnya, Minggu (01/11/2026).

Menurut Safiudin, pengalaman pengelolaan PT Sumekar pada periode sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi sebelum pemerintah daerah menetapkan pimpinan baru. Ia menyoroti persoalan manajemen terdahulu yang menurutnya berkaitan dengan dugaan korupsi, nepotisme, dan lemahnya kemampuan pengelolaan perusahaan.

Ia menilai, evaluasi menyeluruh diperlukan agar persoalan manajemen tidak kembali berdampak terhadap kondisi keuangan dan keberlangsungan usaha perusahaan.

“Jangan sampai kesalahan yang sama terulang. Pengelolaan yang buruk bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga masyarakat dan daerah.” kata Safiudin.

Safiudin menegaskan, jabatan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) semestinya diisi melalui mekanisme seleksi profesional, bukan menjadi ruang pembagian kekuasaan berdasarkan identitas wilayah maupun kedekatan politik.

Karena itu, calon dari wilayah daratan maupun kepulauan harus memperoleh kesempatan yang sama. Menurutnya, keterwakilan putra kepulauan tetap terbuka sepanjang kandidat memenuhi persyaratan kompetensi dan profesionalitas.

“Ini bukan persoalan anti-orang kepulauan. Siapa pun boleh memimpin, asalkan memiliki integritas, rekam jejak, dan kemampuan yang memadai.” tegasnya.

Ia berharap Bupati Sumenep menjadikan pengalaman bisnis, kemampuan manajerial, integritas, serta strategi pengembangan usaha sebagai indikator utama dalam menentukan direksi.

Safiudin juga mengingatkan bahwa pergantian pimpinan tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan perusahaan apabila tidak disertai pembenahan sistem manajemen dan pengawasan. Penerapan tata kelola perusahaan yang sehat dinilai penting agar PT Sumekar dapat dikelola secara profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.

“PT Sumekar membutuhkan pembenahan manajemen, bukan sekadar pergantian orang. Jangan biarkan perusahaan menjadi korban kepentingan.” pungkas Safiudin.

Melalui proses seleksi yang objektif dan pembenahan tata kelola, PT Sumekar diharapkan memiliki pimpinan yang mampu memperbaiki kinerja perusahaan, menjaga aset daerah, serta memulihkan kepercayaan masyarakat. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *