Resmi Masuk IDX30, Saham Indosat dan Bukit Asam Punya Nasib Berbeda
JAKARTA – Masuknya PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ke dalam indeks IDX30 Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadirkan kontras kinerja di antara dua saham pendatang baru tersebut. Hingga akhir Oktober 2026, PTBA telah menguat 39,66 persen sejak awal tahun, sedangkan ISAT justru terkoreksi 42,16 persen.
Kedua saham tersebut resmi menjadi anggota IDX30 mulai Senin (2/11/2026) untuk periode evaluasi November 2026 hingga 29 Januari 2027. Perubahan komposisi ini merupakan hasil evaluasi berkala BEI terhadap saham-saham yang memenuhi kriteria indeks.
Berdasarkan data perdagangan Jumat (30/10/2026), saham PTBA ditutup pada level Rp3.240 per saham, naik 180 poin atau 5,88 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Kenaikan tersebut memperkuat performa saham perusahaan tambang batu bara itu sepanjang 2026.
Sebaliknya, saham ISAT ditutup pada level Rp1.365 per saham. Harganya turun 100 poin atau 6,83 persen dalam perdagangan harian. Secara kumulatif sejak awal tahun, saham perusahaan telekomunikasi tersebut telah melemah 42,16 persen.
Perubahan komposisi IDX30 juga membuat PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) keluar dari indeks. Dengan demikian, dua saham baru tersebut menggantikan posisi kedua perusahaan yang sebelumnya menjadi konstituen IDX30.
Sebagaimana diberitakan Kontan, Senin, (02/11/2026), perubahan keanggotaan tersebut diumumkan BEI pada 26 Oktober 2026 dan mulai berlaku pada 2 November 2026.
IDX30 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga 30 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta didukung fundamental perusahaan yang dinilai baik. Komposisi indeks dievaluasi secara berkala berdasarkan kriteria dan metodologi yang ditetapkan BEI.
Sementara itu, indeks IDX30 pada penutupan perdagangan Oktober berada di level 289,80 poin, naik 0,46 poin atau 0,16 persen secara harian. Namun, secara kumulatif sejak awal 2026, indeks tersebut masih tercatat merosot 33,96 persen.
Perubahan konstituen IDX30 menjadi salah satu indikator dinamika penilaian pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid. Meski masuk dalam indeks yang sama, perbedaan pergerakan harga PTBA dan ISAT menunjukkan bahwa status sebagai anggota IDX30 tidak serta-merta mencerminkan kesamaan kinerja saham. []
Redaksi01
