Pemcam Loa Janan Andalkan Potensi Desa untuk Perkuat Ketahanan Pangan

0
IMG-20261104-WA0287

Budidaya Kunyit Hitam di Desa Purwajaya, Loa Janan.

Meski menghadapi efisiensi anggaran, Pemcam Loa Janan terus mendorong pengembangan produk unggulan desa, mulai dari kunyit hitam, madu kelulut, hingga peternakan ayam petelur untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong pengembangan potensi unggulan desa untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan. Berbagai program yang telah berjalan diprioritaskan agar tetap berlanjut meskipun pemerintah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pemerintah kecamatan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan program yang telah dikembangkan masing-masing desa berdasarkan potensi dan sumber daya lokal.

“Program yang saat ini berjalan tetap dilanjutkan seperti sebelumnya. Di tengah efisiensi ini, kita lebih menekankan khususnya di desa-desa pada ketahanan pangan yang sudah berjalan,” ungkap Hery di Tenggarong, Rabu (04/11/2026).

Menurut Hery, hampir seluruh desa di Kecamatan Loa Janan telah memiliki program pengembangan usaha yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu desa yang mengembangkan potensi tersebut adalah Desa Loa Duri Ilir melalui produk kolagen omega dan susu kambing. Pengembangan kedua produk itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal.

Sementara itu, Desa Purwajaya mengembangkan komoditas kunyit hitam yang telah diolah menjadi produk kapsul. Produk olahan tersebut mulai dipasarkan dan disebut mendapat respons positif dari masyarakat.

“Di Desa Purwajaya itu ada pengembangan kunyit hitam yang sudah diekstrak menjadi kapsul dan mulai dipasarkan juga. Peminatnya lumayan banyak,” jelasnya.

Selain produk olahan, pengembangan potensi desa juga dilakukan melalui sektor peternakan dan usaha berbasis sumber daya alam.

Desa Tani Harapan, misalnya, mengembangkan usaha madu kelulut sebagai produk unggulan. Sementara itu, Desa Tani Bakti mengembangkan peternakan ayam petelur untuk mendukung ketersediaan pangan sekaligus menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

“Di Tani Harapan itu ada madu kelulut, kemudian di Tani Bakti juga ada ayam petelur dan pengembangan ketahanan pangan lainnya,” pungkas Hery.

Hery menilai keberagaman usaha tersebut menunjukkan bahwa setiap desa memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. Karena itu, keberlanjutan program menjadi perhatian pemerintah kecamatan agar usaha yang telah dirintis tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran.

Melalui penguatan program unggulan desa, Pemcam Loa Janan berharap produktivitas masyarakat terus meningkat, usaha lokal semakin berkembang, dan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah kebijakan efisiensi anggaran. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *