Kukar Bersolek Sambut MTQH ke-46, Siapkan Pelayanan Terbaik

0
IMG-20261103-WA0108

Kegiatan Ekspose MTQH ke-46 Provinsi Kaltim Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (03/11/2026).

Pemkab Kukar menyiapkan 12 arena perlombaan, fasilitas akomodasi, kendaraan operasional, serta dukungan kelistrikan untuk menyukseskan MTQH ke-46 Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Desember 2026.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Desember 2026. Sebanyak 12 arena perlombaan disiapkan di sejumlah lokasi, disertai dukungan akomodasi, transportasi, dan pelayanan bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim.

Kesiapan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Ekspose MTQH ke-46 Kaltim Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (03/11/2026). Pertemuan itu membahas berbagai kebutuhan teknis dan nonteknis guna memastikan kelancaran penyelenggaraan ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan sejumlah aspek penting penyelenggaraan telah mendapat persetujuan dari jajaran pengurus MTQH tingkat provinsi. Persetujuan tersebut mencakup rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan, logo, maskot, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mendapatkan persetujuan dari pengurus MTQH Provinsi terkait kegiatan, jadwal, logo, maskot, dan hal-hal lain yang menjadi bagian penting dalam proses persiapan maupun pelaksanaan MTQH,” ujar Sunggono.

Ia menegaskan, Pemkab Kukar siap menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah. Berbagai potensi kendala, termasuk faktor nonteknis, telah diidentifikasi dan menjadi perhatian panitia sejak tahap persiapan.

“Insyaallah, Kukar siap menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQH tahun ini. Harapannya, tidak ada faktor-faktor nonteknis yang kami hadapi sehingga seluruh rencana yang sudah disusun secara detail dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Menurut Sunggono, masukan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi kendala penyelenggaraan. Beberapa hal yang mendapat perhatian meliputi pengaturan jadwal agar kegiatan tidak berlangsung terlalu larut malam, keterlibatan pelajar sebagai penonton, serta penyusunan rangkaian acara yang lebih efektif.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkab Kukar melibatkan penyelenggara acara atau event organizer (EO) yang berpengalaman menangani MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Desain dan rencana pemanfaatan ruang pada setiap arena juga telah disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing cabang perlombaan.

“Seluruh venue sudah kami buatkan desain dan rencana pemanfaatan ruangnya. Memang tadi belum semuanya bisa kami paparkan karena keterbatasan waktu, tetapi insyaallah seluruh arena sudah dipersiapkan,” jelasnya.

Sebanyak 12 arena direncanakan menjadi lokasi pertandingan berbagai cabang MTQH ke-46 Kaltim. Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan, sekaligus arena perlombaan tilawah Al-Qur’an golongan anak-anak, remaja, dan dewasa.

Gedung Sekretariat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar disiapkan untuk cabang tartil Al-Qur’an dan tilawah tunanetra. Sementara itu, Ruang Serbaguna Gedung B lantai 1 Kantor Bupati Kukar menjadi arena cabang qiraat.

Cabang hafalan Al-Qur’an golongan 1 dan 5 juz dijadwalkan berlangsung di Aula Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar. Adapun Kubah Selatan dan Kubah Utara Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman dimanfaatkan untuk perlombaan cabang hafalan dan tafsir Al-Qur’an.

Panitia juga menyiapkan Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar untuk cabang syarhil Quran, Aula Serbaguna Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk cabang fahmil Quran, serta Gedung Futsal Dispora Kukar untuk cabang seni kaligrafi Al-Qur’an.

Sementara itu, cabang karya tulis ilmiah hadis (KTIH) akan dilaksanakan di Auditorium dr. Akhmad Thantawi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit, Tenggarong Seberang. Cabang hafalan hadis dijadwalkan berlangsung di Gedung Taekwondo Dispora Kukar.

Selain arena perlombaan, Gedung PKM Kukar akan difungsikan sebagai salah satu pusat kegiatan, meliputi penjemputan dan verifikasi peserta, malam taaruf, pelantikan, serta orientasi dewan hakim.

Pemkab Kukar Siapkan Akomodasi dan Transportasi

Dari sisi akomodasi, Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah fasilitas penginapan untuk menunjang kenyamanan kafilah selama mengikuti MTQH. Fasilitas tersebut meliputi Gedung Pramuka, Wisma Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kukar, hotel, penginapan, serta wisma tamu atau guest house.

Dukungan transportasi juga menjadi perhatian panitia. Setiap kafilah kabupaten/kota akan memperoleh kendaraan operasional beserta pengemudi dan dukungan bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang mobilitas selama kegiatan.

Selain kendaraan bagi kafilah, panitia menyiapkan 38 unit mobil beserta pengemudi untuk mendukung kegiatan dewan hakim dan panitia provinsi. Setiap kendaraan mendapatkan alokasi BBM sebanyak 35 liter.

Khusus untuk pelaksanaan pawai taaruf, panitia menyediakan satu unit mobil pikap bagi setiap kafilah kabupaten/kota serta satu unit bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim. Kendaraan tersebut dijadwalkan tersedia mulai 3 Desember 2026.

Rangkaian MTQH juga akan dimeriahkan dengan pawai taaruf dan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran kafilah, pendamping, serta tamu dari berbagai daerah diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk unggulan Kukar.

Selain mempersiapkan kebutuhan penyelenggaraan, Pemkab Kukar mengangkat identitas budaya daerah melalui logo dan maskot MTQH ke-46.

Maskot tersebut menampilkan dua figur putra dan putri bernama Keroan dan Kadeki dengan latar Masjid Jami Ali Amir Hasanuddin di Tenggarong. Pemilihan masjid tersebut didasarkan pada nilai sejarahnya bagi masyarakat setempat.

Kedua figur mengenakan pakaian miskat khas Melayu sebagai representasi budaya Kukar. Pada figur perempuan terdapat aksesori kalu yang menjadi bagian dari unsur keindahan dan identitas budaya daerah.

Maskot tersebut menggunakan identitas KD’Q, singkatan dari “Keroan Dengsanak Qur’an”. Warna hijau melambangkan kesejukan, kedamaian, dan nilai keagamaan, sedangkan huruf Q berukuran besar menjadi salah satu unsur visual identitas MTQH.

Kehadiran maskot itu juga menggambarkan semangat masyarakat Kukar dalam membumikan Al-Qur’an, sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Gerakan Etam Mengaji (GEMA).

Adapun MTQH ke-46 Kaltim mengusung tema “Dengan Berkah MTQH di Tanah Bertuah Mari Kita Wujudkan Generasi Emas Kalimantan Timur 2045”.

Sementara itu, Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pemkab Kukar. Menurutnya, pemaparan panitia menunjukkan keseriusan tuan rumah dalam memenuhi berbagai kebutuhan penyelenggaraan, terutama pelayanan dan kenyamanan seluruh kafilah.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita sudah mendengar ekspose kesiapan penyelenggaraan MTQH ke-46 di Kaltim. Luar biasa hospitality dan kesiapan yang sudah dilakukan oleh Kukar,” ungkap Sri Wahyuni.

Ia secara khusus menyoroti dukungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang berencana memberikan jamuan khusus bagi pimpinan kafilah dalam rangkaian pawai taaruf.

“Ini mungkin menjadi salah satu hal yang istimewa dari Kukar, mulai dari dukungan hospitality, LO, dan berbagai kesiapan lainnya. Kita berharap seluruh kafilah dari kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dapat merasa nyaman selama mengikuti penyelenggaraan MTQH di Kukar,” tuturnya.

Selain pelayanan dan akomodasi, Sri Wahyuni menekankan pentingnya menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh lokasi kegiatan. Pemprov Kaltim melalui panitia akan berkoordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan selama penyelenggaraan.

“Kita akan bersurat secara khusus kepada PLN agar selama penyelenggaraan MTQH tidak ada pemadaman listrik. Kami juga akan mengundang PLN dalam rapat teknis panitia untuk membahas dukungan tersebut,” jelasnya.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh pertandingan, khususnya yang berlangsung pada pagi hingga sore hari, berjalan lancar tanpa gangguan pasokan listrik.

Dengan persiapan arena perlombaan, akomodasi, transportasi, pelayanan peserta, serta dukungan lintas sektor yang terus dimatangkan, Pemkab Kukar optimistis mampu menyelenggarakan MTQH ke-46 Kaltim dengan baik. Selain menjadi sarana syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, kegiatan ini diharapkan turut memperkenalkan kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta produk UMKM Kukar kepada masyarakat luas. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *