Pemkot Samarinda Dorong UMKM Naik Kelas di Tengah Tekanan Ekonomi
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat upaya menjaga keberlangsungan sekitar 47 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan strategi bisnis, perluasan pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut dilakukan di tengah keterbatasan anggaran pembinaan dan persaingan pasar yang semakin ketat.
Upaya penguatan itu diwujudkan melalui kegiatan diskusi bertajuk “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM di Kota Samarinda” yang digelar di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, Kamis (05/11/2026).
Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam (SDA), Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Samarinda, Wahyuni Nadjar, mengatakan keberadaan UMKM memiliki kontribusi penting dalam menjaga aktivitas perekonomian daerah. Karena itu, keberlangsungan usaha kecil perlu mendapat perhatian, terutama ketika kondisi ekonomi mengalami tekanan.
Menurut Wahyuni, jumlah UMKM di Samarinda saat ini berkisar 47 ribu unit. Capaian tersebut masih belum memenuhi target sekitar 48 ribu unit yang diharapkan dapat terealisasi pada 2026.
“Artinya, kita masih harus berupaya agar UMKM yang ada tetap bertahan dan bisa terus bertumbuh. Karena itu, melalui kegiatan ini kita ingin mendengarkan strategi dan pengalaman dari para narasumber mengenai bagaimana pelaku UMKM dapat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wahyuni.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan modal dan perubahan permintaan pasar, tetapi juga penyesuaian kebijakan anggaran pemerintah di tingkat pusat, provinsi, hingga daerah.
Kondisi tersebut turut memengaruhi ruang gerak sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melaksanakan program pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi inovasi bagi UMKM.
Situasi itu membuat pelaku usaha perlu meningkatkan kemampuan secara mandiri, khususnya dalam mengelola bisnis dan membaca peluang pasar. Terlebih, UMKM harus menghadapi persaingan dengan perusahaan berskala lebih besar yang memiliki dukungan modal serta kapasitas pengelolaan usaha lebih kuat.
Perubahan pola pemasaran juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan penjualan secara konvensional melalui lapak maupun tempat usaha, sedangkan pelaku lainnya mulai menggunakan platform digital untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Wahyuni menilai kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan pola konsumsi dan perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha.
Untuk memperluas wawasan pelaku usaha, Pemkot Samarinda menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan Bank Indonesia, akademisi Universitas Mulawarman, serta praktisi dan pelaku usaha.
Materi yang disampaikan mencakup perkembangan ekonomi dan keuangan, peluang pembiayaan, tata kelola bisnis, strategi pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan.
Pengalaman praktis para pelaku usaha juga menjadi bagian pembahasan, terutama mengenai upaya mempertahankan bisnis, membangun merek, dan memperluas jangkauan pemasaran di tengah persaingan.
Selain diskusi, kegiatan tersebut dirangkai dengan bazar yang melibatkan puluhan pelaku UMKM di halaman parkir Gedung Bapperida Samarinda. Bazar ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen secara langsung.
Sebagaimana diberitakan Bapperida Samarinda, Kamis (05/11/2026), kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pengetahuan bagi pelaku usaha agar mampu menemukan strategi yang sesuai dengan tantangan bisnis masing-masing.
Wahyuni berharap penguatan kapasitas UMKM dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Samarinda sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan usaha yang semakin produktif, inovatif, dan berdaya saing, sektor UMKM diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha.
“Semoga bisa terus bertahan dan bertumbuh,” tutupnya. []
Redaksi01
