Ribuan Rumah di Dayeuhkolot dan Citereup Terendam Banjir, Puluhan Warga Mengungsi

BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya sejak Selasa (25/2/2025) siang mengakibatkan Sungai Citarum meluap dan merendam ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Tercatat sebanyak 3.028 rumah di Desa Dayeuhkolot dan Desa Citereup terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska, menyampaikan bahwa Desa Citereup menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, dengan tujuh kampung yang terendam. Selain itu, lima sekolah, 17 tempat ibadah, dan tiga fasilitas umum juga terendam banjir.
“Saat ini di Desa Citereup sudah ada 58 warga yang mengungsi. Mereka dievakuasi ke lokasi yang lebih aman,” ujar Uka melalui pesan singkat, Rabu (26/2/2025).
Di Desa Citereup, ketinggian air mencapai satu meter, sementara di Desa Dayeuhkolot, lima kampung terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 60 sentimeter hingga 150 sentimeter. Sejumlah warga, terutama lansia, balita, dan penyandang disabilitas, telah dievakuasi ke gedung belakang kantor desa untuk mendapatkan perlindungan sementara.
“Sebanyak 50 warga telah kami evakuasi, termasuk anak-anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang rumahnya terdampak cukup parah. Lansia dan balita menjadi prioritas dalam proses evakuasi,” tambah Uka.
Petugas BPBD bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan telah menyiapkan peralatan darurat, termasuk perahu karet untuk membantu evakuasi serta mesin penyedot air guna mempercepat proses surutnya genangan. Logistik berupa makanan dan kebutuhan pokok juga telah disalurkan ke posko pengungsian.
Saat ini, tim gabungan terus berupaya menanggulangi dampak banjir dan memastikan keselamatan warga terdampak. BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. []
Nur Quratul Nabila A