Agrinas Buka Suara soal Kabar Pengadaan Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun

JAKARTA – Polemik mengenai kabar pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kembali menjadi sorotan. Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, meminta seluruh pihak mengedepankan data yang akurat sebelum menyampaikan tudingan kepada publik agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Joao menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/07/2026), menyusul pembahasan isu tersebut dalam rapat kerja antara Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) sehari sebelumnya.

Menurut Joao, penyampaian informasi tanpa didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Sehingga sebetulnya, itu sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat,” ucap Joao, sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (16/07/2026).

Ia melanjutkan, “Di mana itu orang-orang yang kita pilih, dipilih oleh rakyat, orang-orang yang terbaik harusnya sebelum mereka bicara, mereka harus mengumpulkan data yang benar-benar sehingga tidak menjadi hanya narasi-narasi kosong yang hanya memprovokasi masyarakat.”

Dirut Agrinas juga mengajak seluruh pihak mendukung pembangunan desa melalui program KDKMP tanpa memperkeruh situasi dengan tudingan yang belum memiliki dasar yang jelas.

Ketika dimintai tanggapan mengenai benar atau tidaknya isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun, Joao tidak memberikan jawaban secara tegas. Ia justru meminta pihak yang menyampaikan tudingan tersebut menunjukkan sumber data yang digunakan.

“Kan harus ada ketepatan, harus ada kebenaran, dan harus ada kejujuran daripada data itu. Karena kalau tidak, menjadi satu fitnah yang seolah-olah hanya memprovokasi masyarakat,” ucap dia.

“Hanya sebetulnya mencari panggung yang artinya tidak ini, ya, kurang pantas dan kurang ini sebagai seorang anggota dewan yang dipilih oleh rakyat seharusnya bisa menjaga dan memberikan ketenteraman dalam setiap statement-nya,” lanjut Joao.

Saat kembali ditanya mengenai validitas data yang beredar, Joao memberikan jawaban singkat.

“Kalau saya bilang bodong, Anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga, sih. Enggak apa-apa juga ditulis,” jawab dia.

Selain memberikan tanggapan terkait polemik tersebut, Joao menjelaskan PT Agrinas Pangan Nusantara tidak hanya menangani pengadaan kendaraan pikap bagi KDKMP. Menurutnya, perusahaan juga mengadakan sebanyak 26 jenis sarana dan prasarana penunjang program.

Namun, ketika diminta memerinci seluruh daftar pengadaan, Joao mengarahkan wartawan untuk melihat data yang sebelumnya telah dipublikasikan melalui media sosial.

“Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial, itu kan saya sempat di-broadcast, itu di situ ada detail harganya satu per satu dan barangnya. Mungkin itu lebih detail daripada saya ngomong di sini, pasti juga tidak lengkap,” pungkasnya.

Sebelumnya, isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun mencuat dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menkop Ferry Juliantono pada Rabu (15/07/2026). Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Mufti Anam, mempertanyakan kebenaran informasi tersebut karena mengaku belum memperoleh data resmi dari pemerintah.

Menanggapi pertanyaan itu, Ferry menyatakan belum mengetahui adanya pengadaan dimaksud. Ia juga menjelaskan bahwa sistem informasi manajemen KDKMP nantinya akan menyediakan dashboard yang dapat diakses publik untuk memantau proses perencanaan hingga pelaksanaan pengadaan secara lebih transparan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *