Bank Muamalat Catat 12 Ribu Rekening Pembiayaan Emas Aktif

JAKARTA – Lonjakan minat masyarakat terhadap investasi emas berbasis syariah mendorong peningkatan signifikan pembiayaan emas yang dikelola PT (Perseroan Terbatas) Bank Muamalat Tbk (Perseroan Terbuka) pada kuartal I-2026. Produk “Solusi Emas Hijrah” tercatat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan bisnis konsumer bank tersebut di tengah meningkatnya kebutuhan aset lindung nilai.

Direktur (Dir) PT Bank Muamalat Tbk Ricky Rikardo Mulyadi menyampaikan bahwa outstanding pembiayaan emas perseroan mencapai Rp1,7 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini melonjak hingga 11 kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan perubahan perilaku investasi nasabah yang semakin mengarah pada logam mulia.

“Capaian ini menunjukkan lonjakan minat nasabah terhadap pembiayaan logam mulia emas, khususnya lewat skema cicilan,” kata Ricky sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis, (23/04/2026).

Dari sisi jumlah pengguna, Bank Muamalat juga mencatat pertumbuhan signifikan. Nasabah pembiayaan emas meningkat 274 persen menjadi 12.061 rekening pada periode yang sama. Peningkatan tersebut ditopang oleh kombinasi faktor, mulai dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat, kondisi ekonomi global yang mendorong emas sebagai aset aman, hingga kemudahan layanan digital yang mempercepat akses pembiayaan.

Selain memperkuat produk inti, Bank Muamalat juga mulai membangun ekosistem layanan emas melalui integrasi produk. Strategi tersebut mencakup penawaran bundling dengan layanan lain seperti pembiayaan haji, KPR iB Hijrah, hingga pembiayaan multiguna iB Hijrah. Perseroan juga memperkuat mitigasi risiko melalui perlindungan asuransi untuk menjaga kualitas portofolio dan memberikan rasa aman kepada nasabah.

Ke depan, pembiayaan emas diproyeksikan tetap menjadi pilar utama bisnis konsumer Bank Muamalat seiring besarnya potensi pasar ritel syariah di Indonesia. Perseroan juga mengandalkan penguatan layanan digital untuk memperluas adopsi produk di kalangan nasabah eksisting maupun baru, terutama pada segmen investasi berbasis cicilan emas.

Dengan pertumbuhan yang terus menguat, tren pembiayaan emas syariah dinilai berpotensi menjadi salah satu instrumen utama masyarakat dalam menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi global. []

Penulis: Ammar Rezqianto| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *