Beras SPHP Jadi Primadona Pasar Murah di Sampang

SAMPANG – Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi komoditas yang paling banyak terserap dalam Pasar Murah di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (17/09/2026). Dari 1.200 sak beras SPHP yang disediakan, seluruhnya terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp66 juta.

Tingginya penjualan beras SPHP turut menopang total transaksi Pasar Murah yang mencapai Rp94.992.500. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Kedungdung itu dihadiri 308 pengunjung dan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut difasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut hadir langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain beras SPHP, transaksi bahan pokok juga mencakup 100 sak beras premium dengan harga Rp70.000 per 5 kilogram. Kemudian gula terjual sebanyak 200 kilogram senilai Rp2,8 juta, Minyakita 300 liter senilai Rp3,9 juta, serta telur ayam ras sebanyak 200 kilogram dengan nilai transaksi Rp4 juta.

Penjualan komoditas lainnya juga tercatat dalam kegiatan tersebut. Masyarakat membeli bawang merah dan bawang putih masing-masing 20 kilogram, tepung 60 kilogram, cabai rawit merah 15 kilogram, cabai merah besar 15 kilogram, serta daging ayam ras sebanyak 120 kilogram.

Secara keseluruhan, transaksi komoditas bahan pokok mencapai Rp89.850.000. Sementara transaksi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp5.142.500.

Data transaksi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau masih cukup tinggi. Pasar Murah juga tidak hanya diarahkan untuk menyediakan kebutuhan pokok, tetapi memberikan ruang bagi produk UMKM agar dapat langsung dipasarkan kepada konsumen.

Pelaksanaan Pasar Murah menjadi salah satu langkah Pemprov Jatim dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau. Disperindag Jatim sebelumnya menyebut kegiatan serupa sebagai salah satu instrumen untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sebagaimana diberitakan Jatim Newsroom, Kamis (17/09/2026), pelaksanaan pasar murah di Kedungdung menjadi bagian dari upaya tersebut. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *