Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Beras untuk 405.404 Penerima di Sulteng

PALU – Sebanyak 405.404 penerima manfaat di Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi sasaran penyaluran bantuan pangan beras yang ditugaskan pemerintah kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Penyaluran dipercepat agar bantuan untuk kebutuhan pangan selama tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026, dapat diterima masyarakat sebelum batas akhir distribusi pada 30 September 2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng Jusri mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bulog memastikan distribusi dilakukan berdasarkan data penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami diberi penugasan menyalurkan bantuan pangan beras dengan jumlah sasaran 405.404 penerima manfaat,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Antara, Selasa (25/08/2026).

Jusri menjelaskan, program bantuan pangan beras dirancang untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok. Untuk Sulteng, distribusi mulai dilakukan pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat pada akhir September.

Dari sisi pelaksanaan, hampir seluruh kabupaten/kota di Sulteng telah mulai menyalurkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat. Proses distribusi dilakukan dengan mengacu pada jadwal serta data yang telah disiapkan pemerintah untuk memastikan bantuan diterima oleh kelompok yang menjadi sasaran.

“Hampir semua daerah di Sulteng telah melaksanakan penyaluran. Sebagai lembaga yang ditugaskan pemerintah kami mendistribusikan sesuai data yang diberikan,” ucap Jusri.

Percepatan distribusi menjadi penting karena bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras rumah tangga penerima, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap pengeluaran masyarakat. Dengan tersedianya bantuan pangan, sebagian kebutuhan beras keluarga penerima manfaat dapat dipenuhi sehingga daya beli untuk kebutuhan lainnya tetap terjaga.

Bulog juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam proses penyaluran. Koordinasi diperlukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai daftar penerima, jadwal, serta ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain berfungsi sebagai bantuan sosial pangan, program tersebut memiliki kaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok dengan pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga dan perkembangan inflasi. Karena itu, kelancaran distribusi bantuan diharapkan ikut menjaga keseimbangan permintaan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan terhadap kelompok berpendapatan rendah.

Jusri mengatakan percepatan distribusi diharapkan membuat manfaat program segera dirasakan oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima. “Melalui percepatan penyaluran pemerintah berharap bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal,” kata dia menuturkan.

Penyaluran hingga September mendatang sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera tetap terpenuhi. Di tengah potensi perubahan harga pangan, bantuan beras diharapkan dapat membantu mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menekan kemungkinan gejolak harga beras di tingkat konsumen. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *