Bupati Running Fest Jadi Ruang Kebugaran Ribuan Warga Kutim

Bupati Running Fest 2026 menyatukan 2.512 peserta dari berbagai usia, profesi, dan daerah sekaligus menjadi sarana Pemkab Kutim mendorong kebugaran dan gaya hidup aktif masyarakat.

ADVERTORIAL – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendorong olahraga lari menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat setelah Bupati Running Fest 2026 berhasil melibatkan 2.512 peserta dari beragam usia, profesi, dan daerah di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (27/09/2026).

Ajang olahraga massal tersebut tidak hanya diikuti pelari dewasa, tetapi juga pelajar, kelompok master, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga anak-anak berusia 5–8 tahun melalui kategori Kids Dash. Peserta juga datang dari luar Kutim dan luar Kalimantan Timur (Kaltim).

Ardiansyah menilai kegiatan olahraga seperti Bupati Running Fest memiliki peran penting dalam menjaga kondisi fisik dan stamina masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, apa pun latar belakang pekerjaannya.

“Baik sebagai aparatur sipil negara, sebagai abdi masyarakat, sebagai pengusaha, sebagai petani, dan apa pun namanya, kita bersama-sama hadir di sini dalam rangka untuk memberikan yang terbaik kepada fisik kita semua,” ujarnya.

Bupati Running Fest 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Kids Dash, 5K Pelajar, 5K Umum, serta 10K Umum dan Master. Sebanyak 2.512 peserta dilepas melalui hitungan mundur oleh Bupati Kutim bersama unsur Forkopimda dan panitia sebelum menempuh rute masing-masing.

Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim, jajaran panitia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kemudian mensukseskan acara ini. Kepada semua peserta, baik yang dari Kutai Timur maupun yang dari luar Kutai Timur, terima kasih atas perhatiannya dan keikutsertaannya,” ujarnya.

Antusiasme ribuan peserta dinilai memperlihatkan bahwa kegiatan lari tidak lagi sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai kelompok untuk membangun kebiasaan hidup aktif dan kebersamaan.

“Mudah-mudahan pertemuan hari ini semangat kebersamaan kita terus memberikan semangat kepada para runners, yang sejatinya kita semua adalah para juara, juara untuk diri kita sendiri,” ungkapnya.

Kepada para peraih juara, Ardiansyah juga menyampaikan selamat sekaligus mendorong mereka terus meningkatkan stamina dan prestasi pada ajang berikutnya. Sementara bagi peserta secara umum, ia menyelipkan pesan bernada humor agar semangat berlari tidak dimaknai sebagai cara menghindari persoalan kehidupan.

“Saya berharap tetap lari sebagaimana yang anda lakukan, tapi jangan sampai lari dari kenyataan, ya. Itu berbahaya,” ungkapnya.

Pemkab Kutim juga berencana mempertahankan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan sekaligus meningkatkan skala perlombaan pada 2027.

“Tahun ini adalah tahun yang sudah kita jadikan agenda sebagai bagian daripada running Kutai Timur, dan insyaallah tahun depan kita juga akan melaksanakan maraton 28 kilo sesuai hari ulang tahun Kutai Timur,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah menyebut jarak lomba tahun depan masih akan dibahas panitia dengan pilihan antara 21 kilometer dan 28 kilometer.

“Tahun depan kita akan mengadakan half marathon, yang mungkin panitia saya beri tugas untuk memperbincangkannya antara 21 atau 28 km,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, panitia melakukan pengamanan jalur untuk memastikan keselamatan para peserta hingga mencapai garis finis. Dengan partisipasi 2.512 pelari dari berbagai latar belakang, Bupati Running Fest diharapkan terus berkembang sebagai ruang olahraga masyarakat sekaligus mendorong budaya hidup sehat di Kutim. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *