Cabai Rawit Merah Naik Tajam, Pemkab Gunungkidul Pastikan Stok Aman

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memastikan pasokan bahan pokok di pasar tradisional masih aman meski harga cabai rawit merah melonjak tajam hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan harga komoditas hortikultura tersebut dipicu pengaruh harga dari pasar induk nasional, bukan akibat kelangkaan stok maupun lonjakan permintaan menjelang Iduladha.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi berdasarkan pemantauan harga kebutuhan pokok per Senin (11/05/2026). Harga cabai rawit merah tercatat naik Rp15 ribu dibanding sebelumnya.

“Pasokan cabai rawit merah di Gunungkidul sebenarnya melimpah dan tidak ada kelangkaan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/05/2026), sebagaimana dilansir Radar Jogja, Selasa (12/05/2026).

Menurut Kelik, fluktuasi harga lebih dipengaruhi perubahan harga di pasar induk Jakarta yang menjadi salah satu pusat distribusi komoditas pangan nasional. Ketika harga di tingkat pusat meningkat, dampaknya ikut dirasakan pasar daerah, termasuk di Gunungkidul.

Ia menegaskan, kenaikan harga cabai belum mengganggu stabilitas pangan daerah karena distribusi barang masih berjalan lancar dan stok kebutuhan masyarakat tetap tersedia. Pemkab Gunungkidul juga terus melakukan pemantauan rutin untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga lanjutan.

“Kami setiap hari melakukan pengecekan fluktuasi harga dan ketersediaan barang agar jika ada persoalan bisa segera ditangani,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani menjelaskan, selain cabai rawit merah, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Cabai besar merah naik Rp5 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah meningkat Rp5 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Di sisi lain, beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau turun Rp5 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Selain itu, gula pasir curah turun Rp1.000 menjadi Rp16.500 per kilogram dan daging ayam turun Rp1.000 menjadi Rp36 ribu per kilogram.

“Gula pasir curah juga turun Rp1.000 menjadi Rp16.500 per kilogram, sedangkan harga daging ayam turun Rp1.000 menjadi Rp36 ribu per kilogram,” terangnya.

Untuk komoditas lainnya, harga dinilai masih stabil. Daging sapi bertahan di level Rp145 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp25 ribu per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.200 per kilogram, minyak goreng premium Rp22 ribu per liter, serta Minyakita Rp15.500 per liter.

Ris memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha guna memastikan tidak terjadi gejolak pasar maupun gangguan distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Sejauh ini stok kebutuhan pokok masih aman dan distribusi juga lancar,” tandasnya. []

Penulis: Yusuf Bastiar| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *