Dinsos Paser Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Muara Adang
PASER – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Desa Muara Adang, Kabupaten Paser. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban sekaligus meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat peristiwa tersebut.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut berdampak cukup besar bagi masyarakat setempat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh pemerintah daerah, sedikitnya 302 jiwa dari 61 kepala keluarga (KK) terdampak dalam musibah tersebut. Selain itu, 47 unit rumah dilaporkan hangus terbakar sehingga banyak warga terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Paser, Dra. Ema Hermani, M.Si, menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan resmi dari pemerintah desa setempat.
“Begitu ada kejadian, pihak desa segera melaporkan. Kami langsung meminta data sementara serta dokumentasi seperti foto atau video. Setelah data masuk, bantuan bisa segera diproses,” ujar Ema saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Paser, Selasa (10/03/2026).
Ia menerangkan bahwa dalam setiap penanganan bencana, proses pelaporan biasanya dimulai dari pemerintah desa yang kemudian diteruskan ke tingkat kecamatan sebelum dilaporkan kepada Dinas Sosial. Data tersebut menjadi dasar bagi instansi terkait untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan oleh Dinsos Paser meliputi berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Untuk kebutuhan pangan, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa beras, mi instan, minyak goreng, kornet, biskuit, serta makanan siap saji yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan sandang bagi para korban. Bantuan tersebut antara lain berupa daster, handuk, selimut, serta pakaian dalam. Sementara untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terbakar, pemerintah juga menyediakan bantuan berupa terpal atau tenda gulung, kasur, serta velbed.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan. Bantuan tambahan disiapkan bagi balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan tersebut meliputi susu balita, pampers bayi, pampers lansia, serta susu khusus bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data kartu keluarga (KK) yang dihimpun oleh pemerintah desa setempat. Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran kepada seluruh warga yang terdampak kebakaran.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penanganan lanjutan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Ema berharap sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemerintah desa dapat terus diperkuat sehingga proses penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
