DPRD Nilai Bandara APT Pranoto Strategis untuk IKN

ADVERTORIAL – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda kian memperkuat perannya sebagai gerbang transportasi udara Kalimantan Timur (Kaltim). Sejak 1 Agustus 2025, dua maskapai menambah layanan penerbangan dari dan menuju Samarinda. Garuda Indonesia membuka rute harian Samarinda–Jakarta, sementara Batik Air menambah frekuensi penerbangan Samarinda–Surabaya.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Subandi, menilai penambahan rute ini menjadi momentum penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari kerjasama Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda dalam mengoptimalkan potensi bandara.
“Saya mengapresiasi ini tentunya, karena di APT Pranoto sinergi antara Pemprov dan Pemkot tentunya ini juga ujung-ujungnya dapat menambah PAD untuk Samarinda,” ungkapnya, Senin (25/08/2025).
Sebagai ibukota provinsi, kata Subandi, Samarinda membutuhkan akses penerbangan yang lebih luas. Menurutnya, keberadaan penerbangan malam hari di APT Pranoto sangat ditunggu oleh masyarakat, sebab sebelumnya layanan penerbangan hanya tersedia siang hari.
“Sebagai ibukota Provinsi Kaltim, Samarinda memiliki bandara APT Pranoto yang selama ini penerbangan baru siang saja, kalau kemudian dibuka juga jam malam ini sangat membantu, karena ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Samarinda dan Kaltim,” tegas politisi PKS tersebut.
Ia menekankan, konektivitas udara yang baik bukan hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga tiket dan pengendalian inflasi. Selain itu, perputaran ekonomi yang tinggi di Kaltim membuat mobilitas bisnis membutuhkan dukungan penerbangan yang memadai.
“Kaltim termasuk pergerakan dan perputaran ekonominya yang bagus dan itu bisa dibilang sangat besar sehingga banyak sekali pengusaha yang lokal hingga dari luar yang melakukan perjalanan melalui Samarinda,” tuturnya.
Subandi optimistis, dengan infrastruktur yang semakin berkembang, APT Pranoto akan menjadi bandara strategis sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan bahwa kehadiran rute baru Garuda dan Batik Air merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Kaltim di kancah nasional. []
Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum