EduCity PIK2 Berkembang, Peluang Hunian Mahasiswa Kian Terbuka
JAKARTA – Pengembangan kawasan pendidikan EduCity PIK2 diproyeksikan mendorong peningkatan kebutuhan hunian bagi mahasiswa, tenaga pengajar, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. Seiring bertambahnya institusi pendidikan yang akan beroperasi, Cambridge Dormitory PIK2 disiapkan sebagai salah satu fasilitas hunian yang ditujukan untuk mendukung aktivitas akademik sekaligus memenuhi permintaan tempat tinggal di sekitar kawasan.
Konsep kawasan pendidikan yang terintegrasi dengan hunian dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat menciptakan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan. Fenomena tersebut sebelumnya telah berkembang di sejumlah kota besar di Indonesia yang memiliki pusat pendidikan, sehingga kebutuhan tempat tinggal bagi mahasiswa terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam pengembangannya, EduCity PIK2 dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang menggabungkan sekolah, perguruan tinggi, serta fasilitas penunjang dalam satu area. Saat ini telah beroperasi HOPE Intercultural School dan St. Johannes Berchmans. Ke depan, kawasan tersebut juga akan diperkuat dengan kehadiran Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Prasetiya Mulya.
“Saat ini telah hadir HOPE Intercultural School dan St. Johannes Berchmans, sementara Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Prasetiya Mulya akan segera melengkapi kawasan ini. Ketika seluruh institusi tersebut beroperasi, EduCity akan berubah menjadi kawasan yang hidup sepanjang tahun, dipenuhi mahasiswa, tenaga pengajar, keluarga, hingga berbagai aktivitas penunjang lainnya,” sebagaimana dilansir Detik, Jumat (17/07/2026).
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Cambridge Dormitory PIK2 mengusung konsep student living premium dengan lokasi yang berada di dalam kawasan EduCity. Penghuni diklaim dapat menjangkau sekolah maupun kampus hanya dalam waktu singkat karena berada di lingkungan yang sama.
Setiap unit memiliki ukuran 4,5 x 8,5 meter dan terdiri atas tujuh kamar. Hunian tersebut telah dilengkapi furnitur, pendingin ruangan, kitchen set, serta smart door lock sehingga dapat langsung digunakan tanpa renovasi tambahan.
Selain menyediakan hunian, pengelola juga melengkapi kawasan dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti rooftop lounge, dapur komunal, ruang laundry, layanan shuttle bus, hingga penyewaan sepeda untuk memudahkan mobilitas penghuni.
Penghuni juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas di kawasan EduCity, antara lain ruang terbuka hijau, area komunitas, fasilitas olahraga, serta jaringan internet berkecepatan tinggi yang mendukung aktivitas belajar maupun bekerja secara digital.
Dari sisi aksesibilitas, Cambridge Dormitory PIK2 memiliki akses menuju Gerbang 1 Jalan Tol PIK2 dan berjarak sekitar tujuh menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kawasan tersebut juga direncanakan terhubung dengan pengembangan Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), dan layanan feeder bus guna meningkatkan konektivitas pada masa mendatang.
Pengembang menawarkan Cambridge Dormitory PIK2 dengan promo mulai Rp11 juta per bulan. Selain itu, tersedia skema pembayaran bertahap dengan uang muka 10 persen selama 24 bulan pertama bagi masyarakat yang ingin memiliki unit hunian di kawasan tersebut.
Keberadaan kawasan pendidikan yang terus berkembang diharapkan dapat menciptakan permintaan hunian yang berkesinambungan sekaligus mendukung aktivitas pendidikan dan ekonomi di sekitar EduCity PIK2. []
Redaksi01
