EEF 2026: Pertemuan Prabowo-Putin Jadi Sorotan di Vladivostok

Pertemuan Prabowo Subianto dan Vladimir Putin di sela EEF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Rusia di bidang perdagangan, investasi, energi, teknologi, dan konektivitas.

VLADIVOSTOK – Presiden Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangkaian Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda strategis di tengah upaya kedua negara memperkuat kerja sama perdagangan, energi, investasi, konektivitas, dan teknologi.

Pertemuan Prabowo dan Putin direncanakan berlangsung dalam format sarapan kerja pada Kamis (03/09/2026). Kehadiran Presiden Indonesia dalam forum tersebut sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara Asia Tenggara yang terlibat dalam dialog ekonomi Rusia dengan kawasan Asia-Pasifik.

EEF 2026 resmi dibuka di Pulau Russky, Vladivostok, Selasa (01/09/2026), dan berlangsung hingga Jumat (04/09/2026) di kampus Universitas Federal Timur Jauh atau Far Eastern Federal University (FEFU). Forum tahunan tersebut diperkirakan diikuti lebih dari 5.000 peserta dari sekitar 70 negara.

Selain Indonesia, sejumlah negara yang disebut berpartisipasi antara lain China, India, Mongolia, Myanmar, Laos, serta negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) lainnya.

Mengusung tema “Timur Jauh: Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat”, EEF menjadi salah satu instrumen Rusia untuk menarik investasi, memperluas kerja sama internasional, mendorong inovasi, dan mempercepat pembangunan kawasan Timur Jauh Rusia.

Putin dijadwalkan menjalani sejumlah agenda selama berada di Vladivostok. Pada Rabu (02/09/2026), ia akan memimpin rapat mengenai pembangunan Distrik Federal Timur Jauh, menyaksikan presentasi interaktif mengenai perkembangan kawasan, serta meresmikan pengoperasian sejumlah perusahaan baru melalui konferensi video.

Putin juga dijadwalkan bertemu Gubernur Primorsky Oleg Kozhemyako. Dalam agenda diplomatik lainnya, Presiden Rusia tersebut akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral serta Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang.

Sementara itu, sesi pleno EEF menjadi salah satu agenda utama forum. Selain Putin dan Prabowo, kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri Perdana Menteri Mongolia, Wakil Presiden Myanmar, serta Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China. Putin direncanakan menyampaikan pidato utama dan menjawab pertanyaan peserta forum.

Program bisnis EEF 2026 mencakup lebih dari 100 sesi yang dikelompokkan ke dalam lima tema besar, yakni kehidupan dan pekerjaan di Timur Jauh, mekanisme menarik investasi swasta, Timur Jauh sebagai pusat kerja sama internasional, teknologi masa kini dan masa depan, serta pengembangan logistik dan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pembahasan forum juga mencakup pengembangan penerbangan nirawak sipil dan penerapan sistem transportasi otonom. Isu tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi baru dalam pembangunan ekonomi dan konektivitas kawasan Timur Jauh Rusia.

Di luar agenda bisnis, EEF menghadirkan Forum Industri Kreatif, pameran “Jalan Timur Jauh”, forum internasional konservasi elang, serta rangkaian kegiatan budaya di Vladivostok.

Pertemuan Prabowo dan Putin di sela EEF diharapkan membuka ruang lebih luas bagi Indonesia dan Rusia untuk menerjemahkan hubungan bilateral ke dalam kerja sama ekonomi konkret, terutama pada sektor perdagangan, investasi, energi, teknologi, dan konektivitas yang memiliki kepentingan strategis bagi kedua negara. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *