Garuda Siapkan 15 Pesawat, 102 Ribu Jemaah Haji Siap Terbang

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar untuk melayani penerbangan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, dengan total 102.502 jemaah yang akan diberangkatkan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026.

Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa operasional haji tahun ini mencakup 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Penerbangan perdana dijadwalkan berangkat dari embarkasi Yogyakarta pada 21 April 2026 pukul 23.40 WIB menggunakan pesawat Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan GA 6501.

“Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end, dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujar Glenny, sebagaimana dilansir Bisnis, Rabu, (15/04/2026).

Ia menjelaskan, fase keberangkatan terbagi menjadi dua tahap, yakni menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Untuk mendukung operasional tersebut, Garuda Indonesia mengoperasikan 8 pesawat milik sendiri dan 7 pesawat sewa, yang terdiri dari 6 unit Boeing 777-300ER, 6 unit Airbus A330-300, serta 3 unit Airbus A330-900neo. Seluruh armada dipastikan dalam kondisi prima melalui penerapan Aircraft Health Program serta telah memenuhi sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi.

Selain kesiapan armada, Garuda Indonesia juga menyiapkan 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat untuk mendukung kelancaran pelayanan di seluruh embarkasi.

Perusahaan turut memperkuat layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan berkebutuhan khusus, yang jumlahnya mencapai sekitar 18.000 orang atau 18 persen dari total jemaah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Glenny menambahkan bahwa kesiapan operasional tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas biaya haji di tengah dinamika harga avtur. “Kami berharap para jemaah dapat fokus dalam mempersiapkan perjalanan ibadahnya secara maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan, menyampaikan bahwa pemerintah terus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji. “Artinya ada turun Rp5 juta,” kata Irfan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (15/04/2026).

Ia menjelaskan, biaya haji pada 2025 turun menjadi Rp89 juta per jemaah dari sebelumnya Rp94 juta, dan kembali ditekan menjadi Rp87 juta pada 2026 setelah perhitungan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Program ini dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas ibadah haji bagi masyarakat, sekaligus memastikan kualitas layanan tetap terjaga melalui dukungan armada, sumber daya manusia, dan koordinasi lintas sektor. []

Penulis: Annasa Rizki Kamalina | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *