Harga Pangan 5 Oktober 2026: Cabai Keriting Tembus Rp118 Ribu
JAKARTA – Harga sejumlah bahan pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih berada pada level tinggi pada awal Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), harga daging sapi dan sejumlah jenis cabai menjadi komoditas dengan banderol paling tinggi pada Senin, 5 Oktober 2026.
Data PIHPS yang dipantau di Jakarta pada pukul 09.20 WIB menunjukkan harga daging sapi kualitas I mencapai Rp153.300 per kilogram (kg), menjadi salah satu komoditas pangan dengan harga tertinggi. Daging sapi kualitas II tercatat Rp144.850 per kg.
Di kelompok cabai, cabai merah keriting justru mencatat harga Rp118.150 per kg, lebih tinggi dibandingkan cabai rawit merah yang berada di level Rp103.250 per kg. Sementara itu, cabai merah besar dijual Rp60.800 per kg dan cabai rawit hijau Rp61.600 per kg.
Harga telur ayam ras tercatat Rp31.850 per kg. Komoditas tersebut menjadi salah satu bahan pangan yang banyak diperhatikan masyarakat karena penggunaannya relatif luas dalam kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Pada kelompok beras, harga juga menunjukkan perbedaan berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp16.500 per kg, sedangkan kualitas bawah II Rp15.900 per kg.
Untuk beras medium, harga medium I mencapai Rp17.800 per kg dan medium II Rp17.250 per kg. Adapun beras kualitas super I berada di level Rp19.000 per kg, sedangkan super II Rp18.200 per kg.
Selain komoditas tersebut, PIHPS mencatat harga bawang merah sebesar Rp43.900 per kg dan bawang putih Rp41.850 per kg.
Komoditas protein lainnya, yakni daging ayam ras segar, berada pada harga Rp47.250 per kg. Angka tersebut masih jauh di bawah harga daging sapi, tetapi berada di atas harga sejumlah bahan pokok lainnya.
Sementara itu, gula pasir kualitas premium tercatat Rp23.300 per kg. Gula pasir lokal dijual Rp20.000 per kg.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp22.250 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I berada di level Rp26.150 per liter, sedangkan kemasan bermerek II Rp23.700 per liter.
Data PIHPS tersebut memberikan gambaran mengenai variasi harga sejumlah kebutuhan pangan utama di pasar nasional pada awal pekan. Pergerakan harga komoditas tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pangan, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (05/10/2026). []
Redaksi01
