IHSG Ambruk 14,91% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.544 Triliun
JAKARTA – Investor asing melepas saham senilai Rp3,34 triliun pada Jumat (16/10/2026), di tengah tekanan berat yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 14,91 persen dalam sepekan dan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut menjadi Rp9.157 triliun.
Berdasarkan data BEI, selama periode perdagangan 12–16 Oktober 2026, IHSG ditutup pada level 5.185,105, turun dari 6.093,759 pada pekan sebelumnya. Koreksi tersebut diikuti penurunan kapitalisasi pasar sebesar 14,43 persen, dari Rp10.701 triliun menjadi Rp9.157 triliun.
Tekanan jual mencapai puncaknya pada Jumat ketika IHSG anjlok hingga 8 persen pada awal perdagangan. BEI kemudian menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt untuk merespons penurunan tajam tersebut.
“BEI juga melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 08.58:00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), menyusul penurunan IHSG yang mencapai 8 persen,” tulis Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon dalam keterangan resmi, sebagaimana diberitakan Kumparan, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu pemicu tekanan pasar adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global yang menjadi acuan investor internasional. Pada Kamis (15/10/2026), MSCI mengumumkan periode konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Usulan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena klasifikasi pasar merupakan salah satu pertimbangan investor global dalam menentukan strategi investasi. Namun, pengumuman periode konsultasi itu merupakan bagian dari proses pembahasan usulan perubahan, bukan berarti perubahan klasifikasi telah resmi diberlakukan.
Tekanan di pasar saham juga tercermin dalam aktivitas transaksi mingguan. Rata-rata volume perdagangan harian turun 5,22 persen menjadi 44,102 miliar lembar saham, dibandingkan 46,533 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian turut turun tipis 0,07 persen menjadi Rp16,21 triliun, dari Rp16,23 triliun. Sebaliknya, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 2,46 persen menjadi 1,72 juta kali transaksi, dibandingkan 1,67 juta kali pada pekan sebelumnya.
Arus dana asing juga menunjukkan tekanan yang berlanjut. Selain mencatatkan jual bersih atau net sell Rp3,34 triliun pada Jumat, investor asing membukukan jual bersih kumulatif Rp88,19 triliun sepanjang 2026.
Kombinasi penurunan IHSG, menyusutnya kapitalisasi pasar, dan besarnya arus keluar dana asing menjadi tantangan bagi pasar saham domestik. Perkembangan pembahasan klasifikasi Indonesia oleh MSCI serta respons investor akan menjadi faktor yang perlu dicermati untuk melihat arah pergerakan pasar selanjutnya. []
Redaksi01
