IHSG Anjlok 2,16%, Geopolitik Timur Tengah Tekan Pasar
JAKARTA – Tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu pelemahan pasar saham global dan domestik, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,16 persen pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, seiring sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat (Wall Street) yang juga ditutup di zona merah.
Berdasarkan riset PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), indeks utama di Wall Street kompak melemah, yakni Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,36 persen, Nasdaq terkoreksi 0,89 persen, dan S&P 500 melemah 0,41 persen. Pelemahan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dilaporkan mundur dari tim negosiasi.
Situasi tersebut diperburuk dengan langkah Iran yang memperketat pengawasan di Selat Hormuz serta merilis rekaman penyitaan kapal kargo, sembari menuntut Amerika Serikat (AS) mencabut blokade laut di pelabuhan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global.
Dampak sentimen global turut dirasakan di dalam negeri. IHSG mengalami tekanan di seluruh sektor, dengan sektor konsumen siklikal mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,43 persen. Pelemahan ini juga dipengaruhi oleh potensi arus keluar dana (outflow) pada sejumlah emiten akibat perubahan komposisi indeks.
Penyesuaian tersebut terjadi setelah beberapa saham tidak lagi memenuhi kriteria High Sustainability and Corporate Governance (HSC) list untuk indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, yang berdampak pada pergerakan saham terkait.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim menyebutkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.
“Hari ini IHSG diproyeksikan akan menguji gap di 7300 pada akhir pekan ini,” sebut Ahmad Faris Mu’tashim dalam riset, sebagaimana dilansir Pasardana, Jumat, (24/04/2026).
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, pelaku pasar disarankan mencermati peluang perdagangan jangka pendek (trading idea) pada sejumlah saham. Beberapa di antaranya adalah saham SSMS dengan strategi buy on weakness pada rentang harga 1.375–1.400 dengan target 1.480 hingga 1.530 serta batas kerugian (stop loss) di bawah 1.335.
Selain itu, saham AVIA juga direkomendasikan dengan strategi trading buy pada kisaran harga 380–394, dengan target harga 412 hingga 420 dan batas stop loss di bawah 370.
Dengan meningkatnya ketidakpastian global dan dinamika indeks domestik, pergerakan pasar saham diperkirakan masih akan volatil dalam waktu dekat, sehingga investor diimbau tetap mengedepankan manajemen risiko dalam setiap keputusan investasi. []
Penulis: Ria | Penyunting: Redaksi01
