IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sektor Infrastruktur Jadi Beban Terbesar
JAKARTA – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri sesi pertama, Senin (27/07/2026), di zona merah setelah tekanan jual mendominasi sejumlah sektor utama. Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup melemah 22,495 poin atau 0,36 persen ke level 6.173,935 dengan sektor infrastruktur menjadi pemberat terbesar.
Berdasarkan data perdagangan, sebagaimana dilansir Kontan, Senin (27/07/2026), pelemahan IHSG dipicu oleh penurunan pada mayoritas indeks sektoral. IDX Sektor Infrastruktur mencatat koreksi terdalam sebesar 1,42 persen, diikuti IDX Sektor Kesehatan yang turun 0,68 persen, IDX Sektor Barang Baku melemah 0,55 persen, serta IDX Sektor Properti dan Real Estate terkoreksi 0,40 persen.
Tekanan juga terjadi pada IDX Sektor Energi yang turun 0,35 persen, IDX Sektor Barang Konsumen Primer melemah 0,34 persen, dan IDX Sektor Keuangan terkoreksi tipis 0,04 persen.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah sektor masih mampu mencatatkan penguatan. IDX Sektor Transportasi dan Logistik memimpin kenaikan dengan apresiasi 0,75 persen. Selanjutnya, IDX Sektor Perindustrian naik 0,74 persen, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menguat 0,25 persen, sedangkan IDX Sektor Teknologi bertambah 0,06 persen.
Aktivitas perdagangan selama sesi pertama tergolong cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 17,31 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,09 triliun. Sebanyak 312 saham ditutup melemah, 299 saham menguat, dan 182 saham tidak mengalami perubahan harga.
Dari kelompok saham Indeks LQ45, tekanan terbesar dialami PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang turun 43,4 persen. Selanjutnya, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terkoreksi 3,12 persen dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) melemah 3,10 persen.
Di sisi lain, saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi dalam kelompok LQ45 dipimpin PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang menguat 3,61 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dengan kenaikan 3,58 persen serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 2,55 persen.
Pergerakan IHSG pada sesi pertama mencerminkan masih kuatnya sentimen hati-hati pelaku pasar terhadap sejumlah sektor unggulan, meski sebagian sektor lain masih menunjukkan kemampuan bertahan di zona positif. Pelaku pasar kini menantikan arah perdagangan pada sesi kedua untuk melihat peluang pemulihan indeks hingga penutupan perdagangan hari ini. []
Redaksi01
