IHSG Ditutup Menguat ke 6.147 pada Sesi I, Mayoritas Sektor Berakhir Hijau
JAKARTA – Mayoritas sektor saham berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi I pada Kamis (30/07/2026), mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 56,57 poin atau 0,93 persen ke level 6.147,96. Penguatan dipimpin sektor barang konsumen non-siklikal, properti, dan barang konsumen siklikal, yang menjadi penopang utama laju indeks.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 468 saham menguat, 167 saham melemah, dan 148 saham tidak mengalami perubahan harga. Dari 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sembilan sektor berhasil ditutup di zona positif, sedangkan dua sektor lainnya masih mencatat pelemahan.
Sektor barang konsumen non-siklikal memimpin kenaikan dengan penguatan 1,59 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor properti yang naik 1,54 persen dan sektor barang konsumen siklikal sebesar 1,34 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan turun 0,26 persen dan sektor perindustrian melemah 0,15 persen.
Aktivitas transaksi hingga penutupan sesi I juga menunjukkan minat investor yang cukup tinggi. Total volume perdagangan mencapai 14,19 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp6,51 triliun.
Pada kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melonjak 5,60 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 3,83 persen dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 3,33 persen.
Sementara itu, tekanan jual masih membayangi beberapa saham unggulan. PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 3,06 persen. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 1,52 persen, sedangkan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 1,22 persen.
Pergerakan positif IHSG pada sesi pertama mencerminkan dominasi sentimen beli di pasar, terutama pada saham-saham sektor konsumsi dan properti. Kinerja tersebut menjadi indikator bahwa pelaku pasar masih aktif melakukan akumulasi pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar meskipun tekanan masih terlihat pada beberapa sektor tertentu, sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis (30/07/2026). []
Redaksi01
