IHSG Menguat 0,72 Persen, Saham Big Caps Jadi Penopang Utama

JAKARTA – Penguatan saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan dan pertambangan berhasil menopang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ditutup menguat pada perdagangan awal pekan, meski sejumlah emiten lain mengalami tekanan jual cukup dalam. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/05/2026), IHSG naik 0,72 persen atau 44,30 poin ke level 6.206,34.

Pergerakan indeks sepanjang perdagangan berlangsung fluktuatif. IHSG dibuka pada level 6.187,65, sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 6.239,59, lalu terkoreksi tipis menjelang penutupan. Secara keseluruhan, dominasi saham yang menguat turut memperlihatkan sentimen pasar yang masih positif.

BEI mencatat sebanyak 470 saham menguat, 236 saham melemah, dan 114 saham stagnan. Kondisi itu juga mendorong nilai kapitalisasi pasar bursa domestik mencapai Rp10.720,78 triliun.

Penguatan indeks ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, terutama dari sektor perbankan dan pertambangan. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin penguatan dengan kenaikan 8,62 persen ke level Rp3.150 per saham.

Selain AMMN, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 3,93 persen menjadi Rp3.170. PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 3,70 persen ke Rp5.600, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah 3,39 persen ke level Rp6.100, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 2,91 persen ke posisi Rp3.890.

Kinerja saham perbankan dan pertambangan tersebut mampu menahan tekanan dari sejumlah emiten yang mencatat koreksi tajam. Di kelompok saham yang tertekan, PT Dian Swasta Energy Tbk. (DSSA) turun 11,93 persen ke Rp480, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melemah 11,75 persen ke Rp1.765.

Selain itu, PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) terkoreksi 15 persen ke Rp119, PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) turun 14,89 persen ke Rp120, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 2,86 persen ke Rp2.380. Meski demikian, dampak tekanan jual pada sejumlah saham tersebut mampu diredam oleh penguatan sektor utama.

Di sisi lain, saham top gainers juga menunjukkan pergerakan agresif. PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA) melonjak 34,48 persen ke Rp156, sementara PT Jasa Berdikari Logistics Tbk. (LAJU) naik 28,33 persen ke level Rp77.

Secara sektoral, sektor transportasi dan barang konsumen non-primer menjadi pendorong kenaikan pasar. Sebanyak 9 dari 11 indeks sektoral di BEI ditutup di zona hijau.

Pergerakan pasar modal domestik juga sejalan dengan tren positif di sejumlah bursa Asia. Sentimen eksternal yang membaik mendorong investor kembali melakukan akumulasi beli pada aset berisiko, sebagaimana diberitakan Mirae Asset Sekuritas, Senin (25/05/2026).

Meski IHSG menguat, investor tetap disarankan mencermati pergerakan saham secara selektif karena volatilitas pada saham individual masih tinggi sepanjang perdagangan. []

Penulis: Arief Nugroho Santoso | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *