IHSG Naik ke 7.663, Analis Soroti Risiko Rupiah dan Outflow

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (16/04/2026) dibuka menguat di tengah meningkatnya aktivitas transaksi dan beragam proyeksi analis yang menilai pasar masih berada dalam fase konsolidasi akibat kombinasi sentimen global, pergerakan rupiah, dan aksi ambil untung investor.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat naik 39,75 poin atau 0,52 persen ke level 7.663. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume transaksi mencapai 1,9 miliar saham dengan nilai Rp807 miliar, serta frekuensi transaksi sebanyak 132.836 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 355 saham menguat, 120 saham melemah, dan 199 saham stagnan.

Pergerakan awal IHSG tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi aksi taking profit setelah reli dalam dua pekan terakhir, serta meningkatnya kewaspadaan investor terhadap faktor eksternal, terutama pergerakan nilai tukar rupiah dan dinamika geopolitik global.

BRI Danareksa Sekuritas menilai secara teknikal indeks masih menghadapi tekanan pada level psikologis 7.700 yang menjadi area resistensi penting.

“Secara teknikal, level 7.700 menjadi level resistance psikologis yang penting untuk ditembus jika ingin kenaikan berlanjut,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Dalam proyeksinya, IHSG masih berpotensi mengalami pullback dengan area gap menuju level 7.500 sebagai support terdekat. Tekanan tambahan juga datang dari pelemahan rupiah yang sempat menembus level di atas Rp17.100 per dolar AS, yang berpotensi memicu arus keluar modal asing (capital outflow). Ketidakpastian negosiasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran juga disebut masih membatasi ruang gerak indeks.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencatat rupiah kembali melemah ke level Rp17.140 per dolar AS, yang turut memperkuat sentimen kehati-hatian pelaku pasar. Di sisi lain, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai peringkat utang Indonesia relatif rentan terhadap dampak konflik di Timur Tengah apabila berkepanjangan, terutama melalui jalur kenaikan harga energi dan tekanan fiskal.

“Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area overbought dan membentuk death cross. Namun histogram positif MACD masih mengalami kenaikan. Sehingga diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 7.550–7.700,” mengutip paparan Phintraco.

Dari perspektif kebijakan, S&P menyoroti bahwa kenaikan biaya energi dapat meningkatkan beban subsidi pemerintah serta memperlebar defisit transaksi berjalan akibat meningkatnya harga impor minyak, sekaligus berpotensi mendorong inflasi yang berujung pada kenaikan suku bunga dan biaya pinjaman negara.

Berbeda dengan proyeksi yang lebih hati-hati, CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street yang didorong optimisme kesepakatan damai AS–Iran dapat menjadi katalis positif bagi pasar domestik. Namun, tekanan dari aksi jual investor asing serta koreksi harga komoditas masih berpotensi menahan laju IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.525–7.430 dan resist 7.725–7.820,” tulis riset CGS International.

Adapun saham pilihan CGS meliputi AADI, ADRO, MDKA, INCO, BUKA, dan NCKL sebagai strategi menghadapi volatilitas pasar.

Di sisi lain, Panin Sekuritas justru melihat peluang penguatan IHSG dengan mempertimbangkan stabilitas rupiah yang dinilai masih terjaga serta valuasi pasar yang relatif menarik di tengah meredanya sebagian tensi geopolitik global.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.

Saham pilihan Panin Sekuritas meliputi AUTO, ISAT, dan EMTK untuk perdagangan hari ini, dengan fokus pada sektor yang dinilai defensif dan berpotensi menarik minat beli investor.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia hari ini bergerak dalam fase campuran antara optimisme pemulihan dan kewaspadaan terhadap risiko eksternal, menjadikan IHSG rentan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. []

Penulis: Muhammad Julian Fadli | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *