IHSG Sesi I Anjlok 0,83%, Nikkei Naik 2,86%

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada akhir perdagangan sesi I, Kamis (01/10/2026), meski mayoritas indeks saham utama Asia bergerak menguat. Berdasarkan data Stockbit, IHSG terkoreksi 50,44 poin atau 0,83 persen ke level 6.020,70.

Tekanan terhadap IHSG berlangsung dengan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Nilai transaksi saham hingga penutupan sesi I mencapai Rp5,09 triliun dengan volume perdagangan 20,25 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 877,1 ribu kali, sebagaimana diberitakan Kumparan, Kamis, (01/10/2026).

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatat kenaikan signifikan. Magna Investama Mandiri (MGNA) menjadi saham dengan penguatan terbesar, yakni 49 poin atau 35 persen ke level 189.

Anugerah Kagum Karya Utama (AKKU) menyusul dengan kenaikan 9 poin atau 26,47 persen ke level 43. Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) menguat 94 poin atau 25 persen menjadi 470.

Sementara itu, Graha Layar Prima (BLTZ) naik 570 poin atau 24,68 persen ke level 2.880 dan Steady Safe (SAFE) bertambah 140 poin atau 24,56 persen menjadi 710.

Di sisi berlawanan, tekanan jual paling dalam terjadi pada saham ALSOK Indonesia Services (SOSS) yang turun 175 poin atau 14,83 persen ke level 1.005.

Fortune Indonesia (FORU) melemah 33 poin atau 14,73 persen menjadi 191, sedangkan Alakasa Industrindo (ALKA) terkoreksi 925 poin atau 14,68 persen ke level 5.375.

Quantum Clovera Investama (KREN) turun 2 poin atau 13,33 persen menjadi 13. Adapun Diamond Citra Propertindo (DADA) merosot 4 poin atau 12,5 persen ke level 28.

Dari sisi nilai transaksi, Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar, mencapai Rp308,89 miliar. PT Telkom Indonesia (Persero) (TLKM) berada di posisi berikutnya dengan nilai transaksi Rp299,14 miliar.

GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mencatat nilai transaksi Rp204,57 miliar, disusul Dian Swastatika Sentosa (DSSA) sebesar Rp203,9 miliar dan Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) sebesar Rp177,58 miliar.

Sementara berdasarkan volume transaksi, GOTO mencatat perdagangan terbesar dengan 73,06 juta saham. Bumi Resources (BUMI) berada di posisi kedua dengan 7,06 juta saham, diikuti DADA sebanyak 3,82 juta saham.

PACK mencatat volume perdagangan 3,67 juta saham, sedangkan Buana Lintas Lautan (BULL) mencapai 2,84 juta saham.

Pelemahan IHSG pada sesi I tersebut terjadi ketika sejumlah pasar saham utama Asia justru mencatat penguatan. Data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,86 persen ke level 68.672.

Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,37 persen menjadi 24.613,27. Indeks SSE Composite China juga naik 0,31 persen ke 3.842,19, sementara Straits Times Singapura bertambah 0,20 persen menjadi 5.686,99.

Pergerakan yang berlawanan antara IHSG dan sejumlah indeks utama Asia tersebut menunjukkan bahwa tekanan di pasar saham domestik berlangsung ketika sentimen positif masih terlihat di beberapa bursa kawasan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *