IHSG Sesi I Menguat 0,83%, POLA Jadi Top Gainer

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Sesi I, Selasa (08/09/2026), berlangsung seiring lonjakan sejumlah saham yang mencatat kenaikan signifikan. Di tengah indeks yang naik 0,83 persen, beberapa saham bahkan menguat lebih dari 20 persen.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG bertambah 55,28 poin atau 0,83 persen ke level 6.674,95 hingga penutupan Sesi I. Aktivitas pasar juga terbilang tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp8,16 triliun dari volume perdagangan 22,65 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,35 juta kali.

Pergerakan saham individual menunjukkan adanya penguatan yang cukup agresif. Saham Pool Advista Finance (POLA) menjadi pencatat kenaikan terbesar dengan penguatan 34,62 persen atau 18 poin ke level 70.

Centratama Telekomunikasi Indonesia (CENT) menyusul dengan kenaikan 26,73 persen atau 27 poin ke level 128. Sementara itu, saham Hotel Sahid Jaya International (SHID) melonjak 25 persen atau 170 poin menjadi 850.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada saham Soho Global Health (SOHO) yang bertambah 22,92 persen atau 345 poin ke level 1.850. Adapun Paperocks Indonesia (PPRI) naik 19,53 persen atau 33 poin menjadi 202.

Di sisi lain, tidak seluruh saham bergerak positif. Beberapa emiten justru mengalami tekanan cukup dalam selama perdagangan Sesi I. Nusantara Almazia (NZIA) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 10,53 persen atau 24 poin ke level 204.

Agro Bahari Nusantara (UDNG) terkoreksi 10 persen atau 90 poin ke level 810. Penurunan berikutnya dicatat Lima Dua Lima Tiga (LUCY) sebesar 9,81 persen atau 52 poin menjadi 478.

Saham Jayamas Medica Industri (OMED) melemah 7,94 persen atau 20 poin ke level 232, sedangkan UBC Medical Indonesia (LABS) turun 7,35 persen atau 15 poin menjadi 189.

Dari sisi nilai transaksi, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar hingga Sesi I, mencapai Rp790,44 miliar. Posisi berikutnya ditempati Amman Mineral Internasional (AMMN) dengan nilai transaksi Rp336,84 miliar.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) mencatat nilai transaksi Rp305,72 miliar, disusul Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp300,22 miliar dan Karya Pacific Energy (IATA) sebesar Rp261,59 miliar.

Aktivitas perdagangan BUMI juga terlihat dari jumlah saham yang berpindah tangan. BUMI mencatat volume perdagangan tertinggi sebanyak 34,67 juta lembar saham.

Karya Pacific Energy (IATA) berada di urutan berikutnya dengan volume 18,74 juta lembar, sementara Hetzer Medical Indonesia (MEDS) mencapai 12 juta lembar. INET dan Wahana Interfood Nusantara (COCO) masing-masing mencatat volume 8,20 juta dan 5,64 juta lembar saham.

Pergerakan pasar domestik tersebut terjadi ketika bursa saham Asia menunjukkan arah yang beragam. Sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (08/09/2026), indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,09 persen ke level 66.459,5.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,5 persen menjadi 25.287. Indeks SSE Composite China menguat 0,36 persen ke 3.946,99, sedangkan indeks Straits Times Singapura terkoreksi 0,44 persen ke level 5.766,92.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada paruh pertama perdagangan tidak berlangsung merata di seluruh saham. Sebagian emiten mencatat kenaikan tajam, sementara saham lainnya tetap berada dalam tekanan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *