Komisi III DPRD Pertanyakan Kesiapan PUPR Laksanakan Proyek 2026

Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Robit Riyanto pertanyakan kesiapan Dinas PUPR-PKP melaksanakan kegiatan proyek tahun 2026 dalam RDP, Senin (2/3/2026). (Foto : Rachmat Effendi)

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Beragam pertanyaan anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo ketika berlangsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas PUPR-PKP pada Senin (2/3/2026).

Salah satunya Robit Riyanto yang mempertanyakan kesiapan Dinas PUPR-PKP terhadap rencana proyek-proyek yang akan dilakkukan tahun anggaran 2026.

Terkonfirmasi dari pemaparan Kadis PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti pada tahun 2026 akan melakukan pelebaran jalan Cokroaminoto, Jalan Kerinci dan Jalan Citarum.

Terkait hal itu anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo Robit Riyanto mempertanyakan kesiapannya.

“Kami ingin bertanya kira-kira dari kesemuanya yang sudah tertera di perencanaan ini akan dilaunching kapan, dan kami juga menanyakan dari luar Dinas PUPR-PKP ini kira-kira ada pekerjaan fisik yang besar ini dari dinas mana saja,”ujar Robit Riyanto, Senin (2/3/2026

Robit Riyanto merasa khawatir jika dilaunching bulan Agustus dilaunching takutnyahujan dan lain sebagainya

“Kami juga ingin tahu jawabannya, kiat-kiat apa yang akan dilakukan, dikarenakan kita prioritasnya bagaimana rekanan dalam kota itu bisa paling tidak menikmati atau mengenyam yang sudah kita anggarkan di tahun 2026 kalau memang itu tidak nabrak aturan,”ungkap politisi PPP ini.

Sementara itu Kadis PUPR-PKP Setiorini Sayekti mengatakan, terkait dengan Detail Engineering Design (DED) rehab gedung DPRD yang di tahun 2026 ini dianggarkan sekitar hampir  Rp.2, 93 milliar,”timpal Setiorini Sayekti.

Menurutnya, konsepnya di perencanaan itu adalah nanti dua lantai tetapi yang dikerjakan di 2026 ini adalah lantai yang dasar dulu siap untuk digunakan.

“Sehingga pada 2027 kami mengusulkan kekurangannya untuk lantai atasnya itu itu senilai Rp3 milliar.

Kemudian untuk yang Jalan Citarum ini DED nya secara keseluruhan itu kami sudah menyusun di tahun 2023, jadi sebenarnya total yang dibutuhkan itu Rp.12 miliar ini belum ada eskalasi harga.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *