Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan BBM di Mesir

Egypt flag waving on the flagpole on a sky background

KAIRO – Pemerintah Mesir resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga mencapai 30 persen mulai Selasa (10/03/2026) waktu setempat. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap tekanan besar pada sektor energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga BBM tersebut diumumkan oleh Kementerian Perminyakan Mesir dan berlaku untuk berbagai jenis bahan bakar, termasuk bensin, solar, serta gas alam yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga bahan bakar tidak terlepas dari kondisi global yang sedang bergejolak. Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah disebut telah mengganggu jalur distribusi energi sekaligus memicu kenaikan biaya logistik dan transportasi.

Menurut pemerintah Mesir, gangguan pada rantai pasokan energi menjadi salah satu faktor utama yang memaksa dilakukannya penyesuaian harga. Selain itu, meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran internasional juga berdampak langsung terhadap biaya pengiriman minyak.

Pemerintah menyebutkan bahwa biaya pengiriman dan asuransi maritim mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini membuat harga produk petroleum di pasar global melonjak hingga ke level yang belum terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut diperparah oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sejak akhir Februari lalu. Ketegangan tersebut memicu ketidakpastian di pasar energi internasional dan menyebabkan harga minyak dunia berfluktuasi tajam.

Pada Senin (09/03/2026) waktu setempat, harga minyak dunia sempat melonjak hingga menembus lebih dari 119 dolar Amerika Serikat per barel. Namun harga tersebut kemudian turun ke kisaran 84 dolar per barel setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik antara AS dan Israel melawan Iran diperkirakan akan segera berakhir.

Seiring kebijakan baru pemerintah Mesir, sejumlah jenis bahan bakar mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Solar, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar paling banyak digunakan di negara tersebut, mengalami kenaikan sebesar 3 Pound Mesir per liter.

Harga solar yang sebelumnya berada di angka 17,50 Pound Mesir per liter kini naik menjadi 20,50 Pound Mesir per liter, atau meningkat sekitar 17,1 persen.

Sementara itu, harga bensin dengan oktan 80 naik sekitar 16,9 persen menjadi 20,75 Pound Mesir per liter. Adapun bensin dengan oktan 92 mengalami kenaikan sekitar 15,6 persen sehingga kini dijual dengan harga 22,25 Pound Mesir per liter.

Jenis bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi, yakni bensin oktan 95, juga mengalami penyesuaian harga. Bensin jenis tersebut naik sekitar 14,3 persen sehingga kini mencapai 24 Pound Mesir per liter.

Di sisi lain, gas alam yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mengalami kenaikan paling besar. Harga gas alam tersebut meningkat hingga 30 persen menjadi 13 Pound Mesir per meter kubik.

Kenaikan harga BBM kali ini menambah daftar penyesuaian harga energi yang dilakukan pemerintah Mesir dalam beberapa tahun terakhir. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar sebanyak empat kali.

Langkah tersebut berkaitan dengan program reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah Mesir sebagai bagian dari kesepakatan pinjaman senilai 8 miliar dolar Amerika Serikat dari Dana Moneter Internasional.

Sebelumnya, pemerintah Mesir juga menaikkan harga BBM sekitar 13 persen pada Oktober tahun lalu. Penyesuaian tersebut sempat diperkirakan menjadi yang terakhir dalam program reformasi energi di bawah skema pinjaman tersebut. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *