Kopdes Merah Putih Jadi Mesin Baru Penciptaan Lapangan Kerja

JAKARTA – Pemerintah menargetkan pembukaan sekitar 30 ribu lowongan manajer dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya transformasi ekonomi berbasis desa yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang tidak hanya memperkuat kelembagaan ekonomi desa, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kebutuhan puluhan ribu manajer koperasi mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengelola koperasi secara profesional.

Selain posisi manajerial, kehadiran koperasi ini juga diproyeksikan membuka peluang kerja lain di berbagai sektor pendukung, seperti administrasi, logistik, hingga pengolahan produk lokal. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa tidak selalu bergantung pada industrialisasi skala besar, melainkan dapat tumbuh melalui potensi lokal.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa program ini memiliki peluang besar dalam mendorong perubahan struktur ekonomi desa jika didukung tata kelola yang baik.

“Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi ekonomi desa,” ujarnya sebagaimana dilansir Kompas, Rabu, (22/04/2026).

Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen efektif apabila terintegrasi dengan kebijakan ekonomi lain serta didukung akses pembiayaan dan pasar yang memadai.

Namun demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola koperasi. Pemerintah menekankan pentingnya proses rekrutmen dan pelatihan agar manajer memiliki kompetensi manajerial sekaligus pemahaman terhadap potensi lokal.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat dan transparansi pengelolaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Tanpa kepercayaan anggota, koperasi berisiko tidak berkembang secara optimal.

Program Kopdes Merah Putih juga dinilai berpotensi menekan laju urbanisasi dengan menyediakan lapangan kerja di desa. Dampak lanjutannya adalah peningkatan pendapatan masyarakat serta penguatan kohesi sosial berbasis gotong royong.

Ke depan, pemerintah diharapkan terus melakukan evaluasi dan pendampingan agar koperasi yang terbentuk tidak hanya aktif pada tahap awal, tetapi mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang sebagai fondasi ekonomi nasional yang berkelanjutan. []

Penulis: Davina G | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *