Lima Pasar Tradisional Disulap Lebih Layak, Pemkot Surabaya Kebut Pekerjaan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pembenahan lima pasar tradisional guna mengatasi persoalan infrastruktur yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan aktivitas jual beli, dengan target penyelesaian pada pertengahan Mei 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya memulihkan fungsi pasar rakyat sebagai pusat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Lima pasar yang menjadi prioritas revitalisasi meliputi Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menyampaikan bahwa perbaikan difokuskan pada infrastruktur dasar yang selama ini menjadi sumber keluhan pedagang dan konsumen. “Penataan ini diarahkan untuk memastikan pasar kembali fungsional. Fokusnya pada infrastruktur dasar agar aktivitas ekonomi lebih nyaman dan konsumen terlindungi,” ujarnya, Jumat (01/05/2026).

Ia menjelaskan, pembenahan mencakup perbaikan drainase, peningkatan kualitas lantai, penataan area pedagang, serta perbaikan kerusakan ringan seperti kebocoran atap. Menurutnya, langkah tersebut penting agar aktivitas ekonomi di pasar tradisional dapat berjalan lebih tertib dan aman.

Permasalahan krusial ditangani di Pasar Tembok Dukuh, di mana genangan air kerap terjadi akibat saluran drainase sempit dan posisi lantai pasar yang lebih rendah dari jalan. Kondisi ini sebelumnya mendorong pedagang berjualan hingga ke badan jalan. “Atas arahan Bapak Wali Kota Eri, penataan dilakukan agar pedagang kembali masuk ke dalam pasar. Kita benahi layanan dasarnya supaya pasar lebih nyaman dan aktivitas ekonomi kembali hidup,” jelasnya.

Sementara itu, di Pasar Simo Gunung dilakukan perluasan area guna menampung pedagang yang belum tertata. Di Pasar Kembang, revitalisasi dilanjutkan dengan peningkatan kualitas lantai serta pembangunan atap untuk mendukung kenyamanan transaksi.

Pemkot juga menekankan aspek higienitas dalam program ini. Di Pasar Babakan Baru, disiapkan fasilitas pemotongan unggas skala kecil dengan kapasitas sekitar 5.000 ekor per hari secara semi manual, dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Adapun Pasar Wonokromo akan mengusung konsep lebih modern dengan dukungan fasilitas conveyor belt, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha pedagang lama.

Berdasarkan data Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, total 10 pasar tradisional ditargetkan direvitalisasi sepanjang 2026. Lima pasar akan dirampungkan pada tahap awal, sementara lima lainnya—Pasar Pakis, Dukuh Kupang, Pecindilan, Gresik PPI, dan Krembangan—akan ditangani secara bertahap.

Iman menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari penguatan pengelolaan aset Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surabaya. “Perbaikan ini dilakukan atas permohonan Bagian Perekonomian dan nantinya menjadi bagian dari penguatan aset serta peningkatan layanan pasar,” pungkasnya, sebagaimana dilansir Radar Surabaya, Jumat (01/05/2026). []

Penulis: Dimas Mahendra | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *